0

kebaikan

Kata orang, keberuntungan dan kemudahan yang kita dapatkan dalam hidup adalah karena kita, entah kapan dan entah bagaimana, telah melakukan kebaikan pula. Sesuai hukum Tabur Tuai, di mana siapa yang menabur, dialah yang menuai.

Masih kata orang, mungkin 'yang dituai' tidaklah sama persis seperti 'yang ditabur'. Di sini, tidak berlaku hukumnya Petani; di mana kalau nanem padi ya tumbuhnya beras.. eh, padi juga. Yang terjadi di sini adalah, bahwa bisa saja kita melakukan kebaikan pada si A tapi suatu saat kelak, kita mendapatkan kebaikan dari B. Atau gini nih, ketika kita mendonasikan uang dengan ikhlas, bukan berarti kelak akan dikembalikan dalam bentuk uang; bisa jadi malah dalam wujud kebaikan yang lain misalnya kesehatan. Hm...

Tapi serunya nih, saya pernah mengalami satu kejadian yang sangat ajaib. Maksud awal, saya hanya mencoba untuk berbuat baik kepada Tukang Becak Tua yang sudah susah payah mengayuh pedal becaknya untuk mengantarkan saya dari tempat pemberhentian angkot ke kantor. Sumprit, kalau saya nggak pakai rok, bisa jadi saya minta si Bapak yang duduk di kursi penumpang dan biarlah saya yang jadi supirnya! :D Saking kasihannya, saya memberikan sejumlah uang lebih. Ini tidak ada hubungannya dengan sombong atau apa, tapi kebetulan saya baru saja dapat rejeki. Eh, tau nggak sih.. ternyata.. ketika saya sampai di kantor, tiba-tiba Bunda memberikan satu amplop yang katanya duit kembalian saya dari teman di lantai dua.
Ha? Apa isinya ya..

Buset deh.. Saya bener-bener nggak habis pikir dan merasa takjub seketika. Lha gimana nggak takjub? Jumlah yang ada di amplop itu sama persis dengan jumlah uang yang saya berikan kepada Bapak Tukang Becak itu tadi! Persis sama, sampai rupiah terkecilnya!

Kalau tadi saya bilang soal kebaikan yang bisa dibalas dengan kebaikan yang lain.
Kalau saya malah diganjar dengan hal yang sama persis.
Dan kalau kamu jadi saya, kamu juga terkaget-kaget nggak??
Let me know, yah!

Have a great day!

0 komentar: