3

Chubby!

What is it with Chubby lovers?

Pertanyaan itu sempat terbayang-bayang di dalam isi kepala saya ketika mengetahui kalau beberapa teman lelaki saya sangat 'kecanduan' dengan perempuan-perempuan bertubuh extra large alias super chubby!

Ini jelas mencengangkan, karena setahu saya, di dalam pikiran lelaki, women are supposed to be sexy, with big boobs, pinggang yang ramping, kaki yang jenjang, dan wajah yang cantik. Malah, beberapa kesan yang saya dapat adalah, biarpun cakepnya kayak apa, tapi kalau sudah 'montog', 'padat karya', and too much 'love handle', mereka jadi mundur teratur.

Dan... saya KELIRU!

Not everyone adores goddess with big boobs, pinggang espanyola, kaki yang seksi panjang, dan wajah yang tirus dengan tulang tinggi yang memesona. Tidak semua lelaki langsung ngiler dan hatinya rontok karena melihat pemandangan seperti itu. Oooookkay. Mereka tetap ngiler, tetap deg-degan horny *aih, bahasakuuuhhhh*, tetep nggak bisa melepaskan pandangan dari sosok yang melenggang begitu seksinya di depan mereka, tapi one thing for sure, mereka justru memilih perempuan-perempuan yang bertubuh montog, 'padat karya' dan berpipi chubby!

What the hell is wrong with them??? Kenapa mereka justru lebih tergila-gila dengan perempuan yang mungkin jauh dari kesan seksi, seperti pandangan umum dimana seksi adalah tubuh ala gitar Spanyol?

"Aduh, La. Aku juga nggak tau kenapa bisa suka sama perempuan-perempuan yang chubby. I think.. mereka sangat seksi!" kata seorang teman yang selalu berpacaran dengan perempuan-perempuan bertubuh XL.

"Nggemesin kali, ya, La... Mungkin karena mereka enak dipeluk-peluk, bukan berasa tulang berbungkus kulit doang, jadi lebih nyaman aja..." kata teman yang lain sambil terkikik geli.

Ujung-ujungnya memang cuman satu hal.

"Kalau sudah soal hati, La, what else can I say? Reaksi kimia itu nggak bisa dikendalikan. Dan mungkin, hormonku baru bisa bekerja hanya untuk cewek-cewek ukuran XL doang! Who knows?"

Ya.
Chemistry. Memangnya bisa kita kendalikan? Ini adalah reaksi yang terjadi dengan sendirinya, yang spontan, yang cuman Tuhan saja yang tahu kenapa bisa terasa getaran serupa gesekan sayap kupu-kupu di atas perut setiap kali kita melihat seorang lawan jenis di depan mata. Atau, setiap dekat dengan perempuan atau lelaki pujaan, yang mungkin far below our standard, not our type, bukan selera masyarakat pada umumnya, tapi gesekan sayap kupu-kupu itu terasa dengan sangat hebatnya.

It's just a matter of what your heart tells you, kan? Mau kemudian suka yang ukuran XL atau XS, kalau udah masalah hati, you just follow your heart.

Saya pun akhirnya mengerti kenapa beberapa kawan saya begitu tergila-gila dengan perempuan yang ukurannya XL atau lebih dari itu (at some point, saya lega sekali, karena sekalipun badan saya nggak langsing, saya masih punya kans untuk bertarung dalam arena perjodohan! haha... lebay banget, deh!). Saya pun akhirnya mengerti kalau pada akhirnya, ini adalah masalah hati dan masalah selera saja.

Sama seperti saya yang, tanpa alasan, sangat menyukai lelaki-lelaki dengan janggut yang lupa tercukur sehingga membuatnya nampak sangat jantan.
Sama seperti saya yang, tanpa alasan, sangat jatuh cinta sekali dengan lelaki-lelaki yang tidak berpenampilan metroseksual, tapi terkesan cuek sekalipun wajib hukumnya untuk selalu wangi.
Dan sama seperti saya saat ini, yang tanpa alasan jelas, malah jadi inngggiiin sekali memiliki kekasih yang bertubuh chubby dan tinggi.

And in the end, saya ngerasa malu sendiri karena sempat merasa heran dengan teman-teman yang selalu ngerasa jantungnya berdebar setiap bertemu dengan perempuan-perempuan bertubuh XL atau lebih.

Mengapa begitu?

Because somehow, itu artinya saya harus siap-siap ditanya, "Kenapa sekarang elu mendadak pingin punya pacar gendut dan berewokan?"
Percayalah, saya nggak punya jawabannya.

Dan, bisa nggak, sih, kamu berhenti bawelin saya dengan pertanyaan nggak penting macem itu??? Suka-suka saya dong.. Mau gendut kek, kek. Berewokan, kek. Nggak rapih, kek. Bodo! Yang pentin gue cinta, wekkk... Bawel amat!

*Yeee... gue kan bales nanya, Laaaa.... Kenapa situ malah nyolot sih?*

Hehehe.
Iya juga sih... Kenapa saya malah nyolot, ya? ck-ck-ck... ^_^

***

Depan televisi, Senin, 24 Agustus 2009, 12.06 Pagi
Masih belum ngantuk dan nulis sekenanya aja :D


1

Super Secret Boyfriend

Do you ever have a secret boyfriend?
Okay, sebaiknya saya bicara secara general saja. Do anyone of you have secret boyfriends/girlfriends? Kekasih yang sangat kamu cintai setengah mati tapi kamu nggak bisa mengungkapkannya ke seluruh penjuru dunia dengan alasan yang sangat spesifik? Bisa jadi karena:
...ow, he or she's actually not my type. Far below my type... but I love her/him!
... um, dia beda status sosial. He/she's not the kind of boyfriend/girlfriend that will steal my mother's heart away..
... although I like her/him very much, tapi tetap saja... pekerjaannya yang cuman pegawai rendahan sepertinya nggak cocok dengan level director, pekerjaanku yang sekarang... *biasanya sih ini perempuan*
Dan mungkin... ini...
Dia itu pacar orang laen!
atau...
suami/istri orang laen!

Beberapa teman saya pernah memiliki pacar rahasianya. Dengan alasan yang sungguh spesifik.

Seorang teman berpacaran dengan seorang lelaki yang usianya jauuuuuhhh di bawa usianya. Beberapa kali saat saya ingin berkenalan dengan lelaki manis di usia awal dua puluh itu, dia bilang, "Gue malu, Jeung!" Ya. Karena he's too young dan buat kawan saya, "Kayaknya gue belum bisa kenal-kenalin dia ke kalian deh..."

Lalu ada teman yang lain, yang berpacaran dengan perempuan yang tidak selevel dengan dirinya. Maksud saya, "Dia tuh cuman SPG biasa, La..." SO WHAT? "Lo kan tau karir gue kayak apa, La... kesannya gimanaaaa gitu kalau gue pacaran sama SPG..." Yeah, yeah. SO WHAT?

Dan seorang kawan lain yang berpacaran dengan suami orang. Hebatnya, ini sudah tahun yang kedua, kali. Pas saya nanya kenapa dia nggak meninggalkan kekasihnya yang notabene masih berstatus suami orang dan belum ada niatan untuk cerai dari istrinya, dia malah bilang, "You have no idea to be me, La. He's gorgeous. And I love him so much!"

Banyak alasan yang kemudian membuat mereka memiliki pacar-pacar rahasia; yang mereka pacarin di saat-saat tertentu, yang mereka gandeng di momen-momen yang sangat spesial (baca=ketika tidak ada orang yang peduli dengan status), yang mereka temui..secretly.

It got me thinking, why do they even bother to have a relationship when they're afraid that everyone will find out?
Kenapa juga harus susah-susah menjalin hubungan dengan seseorang, not just physically, but also emotionally, kalau kemudian hubungan itu harus disimpan rapat-rapat dan mungkin.. umm.. going nowhere?
Kenapa juga harus berpacaran kalau merasa malu?
Kenapa juga harus berpacaran kalau harus sembunyi-sembunyi?

Sampai akhirnya saya berhenti bertanya, because soon afterward, I realize and know the exact answer to those questions.

Why do they even bother to do that?
Because one thing for sure, a relationship is too personal.
Sangat, sangat personal.
Hanya melibatkan dua hati; lelaki dan perempuan. Lingkungan memang sangat berarti; keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, SEMUANYA adalah sangat berarti. Remember, kita adalah makhluk sosial yang at some point, we do NEED each other.
Tapi pada intinya, pada akhirnya, yang terpenting adalah dua hati itu sendiri. Environment maybe is important, tapi kalau dua hati itu sudah keukeuh sumerekeuh dan solid, saya rasa, hubungan itu bisa berjalan dengan baik.

Jadi, bodo amat apa yang dibilang oleh bisik-bisik tetangga. Yang penting, mereka bahagia...

Hah? Semudah itu? Sesederhana itu?

Ya. Sesederhana itu.
Memangnya sejak kapan cinta bisa dianalisa? Sejak kapan cinta bisa dilogika dengan baik dan benar? It's a matter of what your heart says, jadi logika susah sekali untuk diajak kompromi, kan?

Jadi, kembali ke soal topik "SUPER SECRET BOYFRIEND/GIRLFRIEND". Rasanya sah-sah saja kalau mereka mau get through all the troubles just to keep their relationship from being noticed by everyone else. Afterall, who am I to judge their choices? Saya cuman teman mereka yang tetap akan menajamkan telinga kelak kalau mereka ingin curhat, atau malah meminjamkan bahu saat mereka butuh shouldier to cry on...

Dan satu hal lagi... saya pun pernah punya Super Secret Boyfriend, yang tidak akan pernah saya bagi sama kamu, NOT EVER :)
Apapun alasan kenapa saya tidak ingin membaginya sama kamu semua,
tapi satu hal yang pasti...
I loved him so much. VERY MUCH.
Dan percayalah, until today, it was the best relationship I had so far in my life...

***

Depan televisi, Minggu, 23 Agustus 2009, 11.12 Malam




0

M.J.M

I really miss you, M.J.M
Sangat rindu, sampai saya nggak bisa menuliskan kata-kata lain selain kalimat nggak penting ini!


3

Perempuan Berbisa

I will never be the woman with the perfect hair, who can wear white and not spill on it
Seseorang menyayangimu. Tidakkah itu menyenangkan?
Seseorang menaruh kagum padamu. Tidakkah itu membahagiakan?
Seseorang berkata kalau kamu adalah orang yang sangat baik dan memiliki segalanya. Tidakkah itu sanggup membuat hidungmu kembang kempis kegirangan?

Tapi saya nggak pernah merasa seperti itu. 

Setiap orang mengelus lembut dan menyayangi saya, yang terpikir di dalam otak saya adalah, "Apa yang dia inginkan?"

Setiap orang menaruh kagum kepada saya, di dalam isi kepala saya adalah, "Kamu salah orang!"

Dan setiap orang yang berkata ingin berada di posisi saya, dengan geram saya ingin berkata, "Silahkan, ambil sepatu saya dan pakailah sesuka hatimu..."

Saya bukan seorang perempuan seperti yang ada di dalam pikiran semua orang. Bukan pula seorang perempuan kalem, lembut, dan berhati sensitif seperti yang dikira orang. Saya, in fact, adalah perempuan berbisa yang akan menyemburkan racun saat terlukai.

Saya lelah menjadi diri saya sendiri; yang seolah menipu banyak orang dengan menampilkan satu figur yang bukan diri saya sendiri padahal sebetulnya mereka yang menangkap semua itu terlalu tinggi.

Saya tidak bahagia.
Asal kalian tahu saja.




0

I love you

Saya kangen kamu.
Kamu tahu itu?

Saya pingin ketemu kamu.
Kamu nyadar itu?

Saya nggak tahu musti melakukan apa-apa lagi.
Kamu ngerti itu?

Saya khawatir dengan keadaanmu.
Kamu paham itu?

Ah,
Ternyata saya memang sayang sekali sama kamu.
Semoga kamu mau tahu, mau nyadar, mau ngerti, dan memahami apa yang saya rasakan...
At this very moment.

I love you, Baby.
Saya percaya sama kamu...
2

every time we'd say goodbye...

It's so hard to be away from someone that I really care about; miles and miles away from him... Dan setiap berpisah darinya, seolah tercubit oleh kenyataan bahwa saya dan dia jauh! Tak bisa berlekatan seperti manusia tak sempurna! Dan memikirkan betapa saya harus berjauhan dengannya selalu membuat saya gelisah dan sedih....

Too far away to brigde the distance dan sepertinya melelahkan juga untuk tak selalu bisa ada......


From LYRICSMODE.COM lyrics archive


Everytime we say goodbye, I die a little,
Everytime we say goodbye, I wonder why a little,
Why the Gods above me, who must be in the know.
Think so little of me, they allow you to go.
When you're near, there's such an air of spring about it,
I can hear a lark somewhere, begin to sing about it,
There's no love song finer, but how strange the change from major to
minor,
Everytime we say goodbye.

When you're near, there's such an air of spring about it,
I can hear a lark somewhere, begin to sing about it,
There's no love song finer, but how strange the change from major to
minor,
Everytime we say goodbye.

Aih!
Sama cowok yang mana lagi, Lala Sayang?
Hehe....

(ini gosip! saya cuman seneng aja sama lagu ini!!! plis deh.... ) hehehe...
2

Are You Tired, Hm?

Women come and go in his life. Membuat bising hidupnya. Telepon yang berbunyi seolah irama yang konstan, membuat pusing kepalanya. He's just trying to be nice and I know that for sure; karena saya melihat sendiri betapa lelahnya kedua matanya yang memohon agar semua dering telepon dan SMS itu berhenti.

Sampai suatu kali dia berbisik, "C'mon..." dan berlalu menjauh hanya untuk menerima telepon demi telepon yang berdering setiap beberapa menit sekali! Ugh!

I'm in love with a guy like him. Infact, I am one of the regular caller babes in his cellphone.
Tapi melihatnya seperti itu, melihat kedua biji matanya yang tak lagi bening tapi  penuh dengan kelelahan, melihatnya harus bermanis-manis padahal sebelumnya ia mengeluh, saya tahu, dia bukan seorang lelaki yang bahagia.

Dia lelah!
Dia sangat lelah!

Setiap pahlawan butuh untuk istirahat juga. Setiap aktor butuh jeda juga. Setiap atlit sepak bola butuh waktu untuk turun minum.
Tapi dia tidak pernah berhenti.
Dua puluh empat jam sehari, tujuh hari dalam seminggu.

Berjalan seperti clock-wise.
Dan saya tahu, I think he had enough of it.

Kapan-kapan saya akan bertanya lagi kepadanya; setelah saya yakin bahwa dia tidak mengeluh lelah sesaat sebelum mengangkat telepon dari saya.
Saat saya yakin, baru saya akan bertanya: "Are you tired, hm?"

Dan saya tidak akan tawarkan apa-apa kecuali satu kalimat ini: "Istirahat, ya..."
Sambil berharap, mereka, perempuan-perempuan itu... mau mengerti.
0

Birthday in Frames

Just wanna share the pictures of my simple birthday celebration, yang diadakan hari Minggu, tanggal 15 Februari 2009, di satu rumah makan yang pernah menjadi rumah makan favorit keluarga saat masih kecil dulu... agh... kangen Mami jadinya! :)

...emang kapan ya, nggak kangen Mami? Hehe.

Enjoy my birthday in frames, guys...








3

SEBUAH DOA UNTUK ADIKKU


Originally written by a so called Sister that I really love;
Imelda Coutrier Miyashita

Saat pertama aku mengenalnya, aku pikir .... oh she is not my type. Apalagi dia berbintang "Aquarius"... aku kurang cocok dengan orang Aquarius jadi aku pikir tidak akan bisa bersahabat dengannya. Juga begitu membaca tulisannya... aduh kok ceritanya tentang cinta dan patah hati terus... Aku pikir, kenapa sih hidup itu hanya berkisar di pencarian pasangan hidup melulu? Dia sudah sangat berkualitas bahkan tanpa siapa-siapa...

Tapi dari tulisannya yang sekian banyak itu dia memancarkan energi yang tidak habis. Yang tersirat dari tulisan mengenai kehidupan seorang gadis yang berusaha untuk membaca hidup itu sendiri, dengan gayanya yang ceria. Meskipun kadang di balik keceriaannya itu tersimpan gulana yang menggunung. Tapi dia tidak pernah putus asa. Dan itu memberikan sentilan padaku untuk memandang hidup dengan lebih ringan, lebih ceria dan tak putus asa.

Aku dan dia memang dua pribadi yang sangat berlainan. Dia banyak menulis tentang aku yang memuji-muji dan iri tentang aku. Tapi dia tidak tahu bahwa aku juga iri dengan kehidupannya, dengan sifatnya, seorang gadis single, yang berdikari, yang punya cita-cita yang konkrit dan sebagian sudah dicapainya. Dia punya banyak teman yang mendukungnya dan disukai orang-orang. Aku iri akan ketenaran dia, atas hasil yang dia capai. So, aku pun bisa iri padamu, apalagi orang lain dik?

Jangan gelisah soal pasangan hidup ya dik... Dia akan datang pada waktunya. Kalaupun dia tidak datang, kamu sebagai suatu pribadi yang ulet, sanggup mengalahkan dunia kok. Aku yakin itu. Dan aku akan berada di belakang kamu terus seandainya kamu butuh aku. Kalau butuh banyolan yang bisa mengurangi gelisahmu, aku selalu ada untuk kamu.Jangan ragu dalam melangkah (meskipun aku tahu kamu tidak ragu, but sometimes you lost that courage). Enjoy your life, every single second of your life.


Tuhan,
terima kasih karena Engkau telah memberikan aku seorang teman yang unik, yang bisa begitu ceria di hari-hari cerahnya tapi di suatu saat begitu terpuruk dalam kesedihannya, yang bisa begitu bawel mengomentari hal-hal yang tidak perlu tapi berkata yang tepat untuk sesuatu yang serius tetapi kami berdua bisa tertawa bersama menghadapi keanehan-keanehan di dunia ini dan kami berdua juga bisa menangis bersama membicarakan cinta.

Tuhan berkati dan lindungi dia dalam setiap langkah yang dia tempuh. Ringankan semua gelisah dna ketakutannya. Bantu dia dalam kesendiriannya. Limpahi dia dengan kasih sayang tak berujung.

Karena aku sayang dia, adikku Lala.
Yes, I do care about her.

Happy Birthday 12-02-09
from your so called sister

Imelda Coutrier


Lala says:
I won't say word, because no word can explain my deepest feeling for you, Dear Sistah.
I just wanna thank you, 
For being who you are.
For being YOU.

MWAH!
Soal kado itu, don't bother to give me anything. You've given me alot! :) Love you, love you, love you! 


Ps.
Thanks juga buat Yessy Muchtar untuk tulisannya juga buat kadonya yang spesial ini... You know how I felt, dont you, Babe? :)

1

when will I have my nerves to fly again?

Kemarin sore, saya menemani Bro menjemput Mbak Ira yang sejak hari Jumat kemarin, terbang ke Bali untuk mengikuti acara outting tahunan yang diselenggarakan oleh kantornya; khusus untuk karyawan berprestasi dalam lingkup seluruh Indonesia. Hebat, kan?

Sore itu, pukul empat lebih sedikit, saya sudah duduk di sebelah Bro yang mengemudikan sedan hijaunya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Maklum, kami berdua terlambat bangun (akibat nggak pulang-pulang dari PTC beberapa jam sebelumnya! hihihi) sementara pesawat yang ditumpangi Mbak Ira seharusnya sudah mendarat pukul setengah lima. 

Belum sepuluh menit meluncur di jalan tol, tiba-tiba Mbak Ira menelepon dan bilang kalau pesawatnya masih baru akan berangkat! Hiyaaahhh!!! Akhirnya, Bro memutuskan untuk menurunkan kecepatan dan berjalan dengan kecepatan minimum di jalan tol yaitu 60km/jam. Biar nggak bengong di bandara, katanya.

*Bukannya bisa nunggu di cafe atau resto di sana, La?*
*Bisa sih... tapi kamu mau bayarin, nggak? Harganya bener-bener nggak penting, kaleeee!* :D

Pukul lima, saya sudah sampai di sana. Kami melangkah menuju tempat kedatangan domestik yang jaraknya cukup jauh dari tempat parkir mobil *heran, deh! kompak banget sih, ngambil jam penerbangan yang sama? Bandara jadi rame banget!*. Di layar monitor, belum nampak tanda-tanda pesawat terbang yang membawa penumpang dari Denpasar akan mendarat di Surabaya, sehingga saya dan Bro bener-bener mati gaya!

...walaupun akhirnya saya memaksa Bro untuk jadi fotografer dadakan dan saya jadi seorang model nggak tahu diri yang dengan narsisnya berfoto-foto ria dan cuek banget walaupun diliatin banyak orang! *untung saya cakep... jadi paling nggak, saya nggak terlalu malu deh...* :D 

Ketika saya capek jadi fotomodel dadakan, saya pun pamit Bro untuk menunggu di tempat duduk saja, daripada menemaninya berdiri di dekat exit. Biar romantis, mungkin yaa... Keluar dari pintu kaca langsung ber-dadah dan berlari memeluk istrinya.... hihihi...

Nah,
saat duduk sendirian *iya, iya, ada banyak yang lain... * saya pun iseng mengamati manusia-manusia yang berjalan hilir mudik di depan saya. Ada yang menggendong ransel, ada yang mendorong troli berisi koper dan tas, ada yang menarik koper, ada yang jalan melenggang dengan santainya diikuti oleh portir bandara..

and suddenly, saya berpikir.
"Kapan terakhir kali saya naik pesawat terbang, ya?"

Hmmm..
Saya ingat. It was late December 2006, saat saya pulang dari Jakarta, usai menghadiri pernikahan Inang, teman kantor saya di Jakarta. Meskipun berkali-kali setelah itu saya pulang pergi ke Jakarta, tapi saya memilih untuk menempuh jarak sejauh 700-an kilometer itu dengan kereta api saja, bukan dengan pesawat.

Karena mahal?
Ah, kalau urusan mahal sih bisa diatur dengan pesan tiket online jauh-jauh hari, kan?
Dan lagipula, saya bukan orang yang suka traveling dadakan. Saya malah harus mempersiapkan tiket dan hotel untuk tempat tinggal, satu bulan sebelumnya... Jadi seharusnya saya bisa sekali pesan tiket tiga bulan sebelumnya!

Lantas kenapa?

Saya masih terlalu parno dengan pesawat yang jatuh!
Pesawat yang hilang!
Pesawat yang tergelincir!
Dan semua kecelakaan pesawat yang berakibat fatal atau hanya trauma sedikit saja.

OK. I know, kalau sudah urusan maut, mau naik kereta juga bakal berurusan juga dengannya. Tapi, entah kenapa, pesawat terbang adalah satu alat transportasi yang sangat sangat membuat saya ketakutan nggak jelas!

Banyak dosa kali, La??
Hm, sepertinya sih begitu.. :(

Terus, lo nggak ngelakuin apa-apa? Tobat kek... :)
Itulah.... Mau tobat kayak gimana, tetep aja saya ketakutan! Gebleg ya? Aneh, ya? Sinting ya? Edan ya? Goblog ya?

Sore tadi saya benar-benar menghabiskan energi saya untuk mengulang terus pertanyaan itu:
"When will I have my nerves to fly again?"

Hah... kapan yaaaa... KAPAN????

*perbaiki sholat, rajin-rajin baca Al-Qur'an, sering-sering puasa, jangan ganjen sama cowok, jangan pake baju terlalu mengumbar aurat..... aduh! Jelas aja saya takut! :( *


1

What if Prince Charming Had Never Showed Up?

I'll write something more about this,
tapi saya mo culik quote manis ini, sekarang...


"What if Prince Charming had never showed up? 
Would Snow White have slept in that glass coffin forever?
Or would she have eventually woken up, spit out the apple, gotten a job, a health-care package, and a baby from her local neighbourhood sperm bank?
I couldn't help but wonder:
inside every confident, driven single woman, is there a deliver, fragile princess just waiting to be saved?"

Hmm... keren nggak sih????
Dalem nggak sih???
Ah, ntar saya cerita lebih dalem lagi ah... biar seru... eheheheh
1

A Glass of Wine

A glass of wine, right before my eyes.
But I search for a glass of water, the whole life time.

Intisari dari cerita Dee di bukunya rectoverso itu membuat saya berpikir lagi.
Ditambah pula dengan kata-kata 'Kakak' saya, Imelda, kalau ini adalah 'LALA BANGET'.
Akhirnya saya berpikir...

Apakah iya saya begitu?
Mengabaikan gelas dengan tangkai yang tinggi dan terisi penuh dengan anggur dan memilih memuaskan dahaga dengan air putih saja?

I told her, "Lucky me, karena aku nggak suka alkohol..."
And she laughed.

Tapi saya tahu, semua juga tahu, even the angels :) know...
Kalau sekarang, saya benar-benar kepingin untuk menyukai alkohol itu...
1

Bizzare Love Triangle


I hate love triangle.
Cukup dua orang saja; because three is a crowd! Sesak! 

That's why I hate being involved in a love triangle; siapa yang mau, coba? :)
Maksudnya, kalau seseorang itu sudah dekat dengan someone special, walaupun statusnya masih pedekate, saya bakal menolak untuk dekat dengan orang itu. 

One time, a good friend of mine bilang, "Janur kuning kan belum melengkung, La..."

But what if I stay, tapi ujung-ujungnya saya terluka? 
Nangis?
Kecewa?
Sedih nggak karuan?
Bukankah lebih nyaman kalau tidak perlu nyebur ke lautan yang dalamnya nggak terduga, sehingga kita bisa tahu bagaimana caranya menyelamatkan diri?

Tapi dia bilang, "Itu namanya lo naif, La... Nggak mau ambil kesempatan... Lo nggak jadi cewek bitchy, kok... Semua available kali... selama dia masih belum menikah, all men are available for you, Darling..."

Saya diam.
Dia makin nepsong aja nasehatin saya.

"La, siapa tahu malah elo yang jodoh sama dia?"

Saya masih diam.
Dia masih nepsong, pastinya.. :D

"Dan siapa tahu juga, lo yang malah mundur setelah semakin dekat sama orang itu, dan kenal betul karakternya seperti apa..."

That time, I was totally speechless....
0

when love and hate collide





You could have a change of heart, if you would only change your mind
Instead of slamming down the phone girl, for the hundredth time
I got your number on my wall, but I ain't gonna make that call
When divided we stand baby, united we fall

Got the time got a chance gonna make it
Got my hands on your heart gonna take it
All I know I can't fight this flame
You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I'm crazy 'bout you baby, time after time

Without you
One night alone Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide

I don't wanna fight no more, I don't know what we're fighting for
When we treat each other baby, like an act of war
I could tell a million lies and it would come as no surprise
When the truth is like a stranger, hits you right between the eyes

There's a time and a place and a reason
And I know I got a love to believe in
All I know got to win this time

[Repeat Chorus]

[SOLO]

You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I'm crazy 'bout you baby...Crazy...Crazy

Without you
One night alone
Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
One night alone
Is like a year without you baby
If you have a heart at all
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide
0

Sleepless Nites


I'm not being myself, lately.
I am changed into someone that I really hate.
I became totally bitchy over ridiculous things.
I am not happy.

Jauh dari bahagia...

Then I decided to look back in the past few weeks. 
Betapa saya telah berubah menjadi semacam vampir *iya, but the beautiful one.. hehe* yang menganggap siang adalah malam dan malam adalah siang.

No offense buat yang hobi begadang, ya..
Karena buat seorang yang biasanya paling telat tidur jam 12 malem everynite, sekarang baru bisa memejamkan mata pukul setengah empat pagi. Setiap hari! Dan musti bangun sejam berikutnya buat ngantor... 

KURANG KERJAAN BANGET, KAN????

Apa yang saya lakukan?
Nulis.
Utak atik widget blog.
Nulis lagi.
Ganti widget dan theme lagi.
Sampai bego.
Sampai mata saya cekung-kung-kung-kung!!!!

Oh my!!!!
Gue bisa jadi kurus kalo terus-terusan begini!! *ups, bukannya itu mau elo, Boss? wekekeke*

So I decided to change...So I decided to sleep earlier...
Dan dimulai malam ini aja.

Jangan ganggu saya dengan telepon2 dan SMS2 bawelmu itu ya? (emang ada? hihihi)
Jangan pula iseng negur saya di YM karena saya ngg
ak bakalan nyapa balik (lha, udah ngorok, kan!! hehe... lagian, emanga ada? hehe)

Oh ya.
Jangan ganggu tidur-tidur saya besok-besoknya lagi, okay?
Sumpah. 
Saya bener-bener masih kepingin jadi perempuan cantik 
dengan mata super fresh di pagi harinya...
dan bukan perempuan yang ngantuk seperti ini...



Nggak ada cakep-cakepnya kan?
Bener kan?
Jelek kan?
Matanya cekung, kan?

Apa? Cakep? Kayak Demi Moore? 
Sumpeh lo???

Wakakaka... edan nih saya
musti segera tidur kayaknya!

bye everyone..!


psssttt.... Iya, iya.. ngaku.. saya cuman pamer photo!! wekekekeke...