3

Chubby!

What is it with Chubby lovers?

Pertanyaan itu sempat terbayang-bayang di dalam isi kepala saya ketika mengetahui kalau beberapa teman lelaki saya sangat 'kecanduan' dengan perempuan-perempuan bertubuh extra large alias super chubby!

Ini jelas mencengangkan, karena setahu saya, di dalam pikiran lelaki, women are supposed to be sexy, with big boobs, pinggang yang ramping, kaki yang jenjang, dan wajah yang cantik. Malah, beberapa kesan yang saya dapat adalah, biarpun cakepnya kayak apa, tapi kalau sudah 'montog', 'padat karya', and too much 'love handle', mereka jadi mundur teratur.

Dan... saya KELIRU!

Not everyone adores goddess with big boobs, pinggang espanyola, kaki yang seksi panjang, dan wajah yang tirus dengan tulang tinggi yang memesona. Tidak semua lelaki langsung ngiler dan hatinya rontok karena melihat pemandangan seperti itu. Oooookkay. Mereka tetap ngiler, tetap deg-degan horny *aih, bahasakuuuhhhh*, tetep nggak bisa melepaskan pandangan dari sosok yang melenggang begitu seksinya di depan mereka, tapi one thing for sure, mereka justru memilih perempuan-perempuan yang bertubuh montog, 'padat karya' dan berpipi chubby!

What the hell is wrong with them??? Kenapa mereka justru lebih tergila-gila dengan perempuan yang mungkin jauh dari kesan seksi, seperti pandangan umum dimana seksi adalah tubuh ala gitar Spanyol?

"Aduh, La. Aku juga nggak tau kenapa bisa suka sama perempuan-perempuan yang chubby. I think.. mereka sangat seksi!" kata seorang teman yang selalu berpacaran dengan perempuan-perempuan bertubuh XL.

"Nggemesin kali, ya, La... Mungkin karena mereka enak dipeluk-peluk, bukan berasa tulang berbungkus kulit doang, jadi lebih nyaman aja..." kata teman yang lain sambil terkikik geli.

Ujung-ujungnya memang cuman satu hal.

"Kalau sudah soal hati, La, what else can I say? Reaksi kimia itu nggak bisa dikendalikan. Dan mungkin, hormonku baru bisa bekerja hanya untuk cewek-cewek ukuran XL doang! Who knows?"

Ya.
Chemistry. Memangnya bisa kita kendalikan? Ini adalah reaksi yang terjadi dengan sendirinya, yang spontan, yang cuman Tuhan saja yang tahu kenapa bisa terasa getaran serupa gesekan sayap kupu-kupu di atas perut setiap kali kita melihat seorang lawan jenis di depan mata. Atau, setiap dekat dengan perempuan atau lelaki pujaan, yang mungkin far below our standard, not our type, bukan selera masyarakat pada umumnya, tapi gesekan sayap kupu-kupu itu terasa dengan sangat hebatnya.

It's just a matter of what your heart tells you, kan? Mau kemudian suka yang ukuran XL atau XS, kalau udah masalah hati, you just follow your heart.

Saya pun akhirnya mengerti kenapa beberapa kawan saya begitu tergila-gila dengan perempuan yang ukurannya XL atau lebih dari itu (at some point, saya lega sekali, karena sekalipun badan saya nggak langsing, saya masih punya kans untuk bertarung dalam arena perjodohan! haha... lebay banget, deh!). Saya pun akhirnya mengerti kalau pada akhirnya, ini adalah masalah hati dan masalah selera saja.

Sama seperti saya yang, tanpa alasan, sangat menyukai lelaki-lelaki dengan janggut yang lupa tercukur sehingga membuatnya nampak sangat jantan.
Sama seperti saya yang, tanpa alasan, sangat jatuh cinta sekali dengan lelaki-lelaki yang tidak berpenampilan metroseksual, tapi terkesan cuek sekalipun wajib hukumnya untuk selalu wangi.
Dan sama seperti saya saat ini, yang tanpa alasan jelas, malah jadi inngggiiin sekali memiliki kekasih yang bertubuh chubby dan tinggi.

And in the end, saya ngerasa malu sendiri karena sempat merasa heran dengan teman-teman yang selalu ngerasa jantungnya berdebar setiap bertemu dengan perempuan-perempuan bertubuh XL atau lebih.

Mengapa begitu?

Because somehow, itu artinya saya harus siap-siap ditanya, "Kenapa sekarang elu mendadak pingin punya pacar gendut dan berewokan?"
Percayalah, saya nggak punya jawabannya.

Dan, bisa nggak, sih, kamu berhenti bawelin saya dengan pertanyaan nggak penting macem itu??? Suka-suka saya dong.. Mau gendut kek, kek. Berewokan, kek. Nggak rapih, kek. Bodo! Yang pentin gue cinta, wekkk... Bawel amat!

*Yeee... gue kan bales nanya, Laaaa.... Kenapa situ malah nyolot sih?*

Hehehe.
Iya juga sih... Kenapa saya malah nyolot, ya? ck-ck-ck... ^_^

***

Depan televisi, Senin, 24 Agustus 2009, 12.06 Pagi
Masih belum ngantuk dan nulis sekenanya aja :D


1

Super Secret Boyfriend

Do you ever have a secret boyfriend?
Okay, sebaiknya saya bicara secara general saja. Do anyone of you have secret boyfriends/girlfriends? Kekasih yang sangat kamu cintai setengah mati tapi kamu nggak bisa mengungkapkannya ke seluruh penjuru dunia dengan alasan yang sangat spesifik? Bisa jadi karena:
...ow, he or she's actually not my type. Far below my type... but I love her/him!
... um, dia beda status sosial. He/she's not the kind of boyfriend/girlfriend that will steal my mother's heart away..
... although I like her/him very much, tapi tetap saja... pekerjaannya yang cuman pegawai rendahan sepertinya nggak cocok dengan level director, pekerjaanku yang sekarang... *biasanya sih ini perempuan*
Dan mungkin... ini...
Dia itu pacar orang laen!
atau...
suami/istri orang laen!

Beberapa teman saya pernah memiliki pacar rahasianya. Dengan alasan yang sungguh spesifik.

Seorang teman berpacaran dengan seorang lelaki yang usianya jauuuuuhhh di bawa usianya. Beberapa kali saat saya ingin berkenalan dengan lelaki manis di usia awal dua puluh itu, dia bilang, "Gue malu, Jeung!" Ya. Karena he's too young dan buat kawan saya, "Kayaknya gue belum bisa kenal-kenalin dia ke kalian deh..."

Lalu ada teman yang lain, yang berpacaran dengan perempuan yang tidak selevel dengan dirinya. Maksud saya, "Dia tuh cuman SPG biasa, La..." SO WHAT? "Lo kan tau karir gue kayak apa, La... kesannya gimanaaaa gitu kalau gue pacaran sama SPG..." Yeah, yeah. SO WHAT?

Dan seorang kawan lain yang berpacaran dengan suami orang. Hebatnya, ini sudah tahun yang kedua, kali. Pas saya nanya kenapa dia nggak meninggalkan kekasihnya yang notabene masih berstatus suami orang dan belum ada niatan untuk cerai dari istrinya, dia malah bilang, "You have no idea to be me, La. He's gorgeous. And I love him so much!"

Banyak alasan yang kemudian membuat mereka memiliki pacar-pacar rahasia; yang mereka pacarin di saat-saat tertentu, yang mereka gandeng di momen-momen yang sangat spesial (baca=ketika tidak ada orang yang peduli dengan status), yang mereka temui..secretly.

It got me thinking, why do they even bother to have a relationship when they're afraid that everyone will find out?
Kenapa juga harus susah-susah menjalin hubungan dengan seseorang, not just physically, but also emotionally, kalau kemudian hubungan itu harus disimpan rapat-rapat dan mungkin.. umm.. going nowhere?
Kenapa juga harus berpacaran kalau merasa malu?
Kenapa juga harus berpacaran kalau harus sembunyi-sembunyi?

Sampai akhirnya saya berhenti bertanya, because soon afterward, I realize and know the exact answer to those questions.

Why do they even bother to do that?
Because one thing for sure, a relationship is too personal.
Sangat, sangat personal.
Hanya melibatkan dua hati; lelaki dan perempuan. Lingkungan memang sangat berarti; keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, SEMUANYA adalah sangat berarti. Remember, kita adalah makhluk sosial yang at some point, we do NEED each other.
Tapi pada intinya, pada akhirnya, yang terpenting adalah dua hati itu sendiri. Environment maybe is important, tapi kalau dua hati itu sudah keukeuh sumerekeuh dan solid, saya rasa, hubungan itu bisa berjalan dengan baik.

Jadi, bodo amat apa yang dibilang oleh bisik-bisik tetangga. Yang penting, mereka bahagia...

Hah? Semudah itu? Sesederhana itu?

Ya. Sesederhana itu.
Memangnya sejak kapan cinta bisa dianalisa? Sejak kapan cinta bisa dilogika dengan baik dan benar? It's a matter of what your heart says, jadi logika susah sekali untuk diajak kompromi, kan?

Jadi, kembali ke soal topik "SUPER SECRET BOYFRIEND/GIRLFRIEND". Rasanya sah-sah saja kalau mereka mau get through all the troubles just to keep their relationship from being noticed by everyone else. Afterall, who am I to judge their choices? Saya cuman teman mereka yang tetap akan menajamkan telinga kelak kalau mereka ingin curhat, atau malah meminjamkan bahu saat mereka butuh shouldier to cry on...

Dan satu hal lagi... saya pun pernah punya Super Secret Boyfriend, yang tidak akan pernah saya bagi sama kamu, NOT EVER :)
Apapun alasan kenapa saya tidak ingin membaginya sama kamu semua,
tapi satu hal yang pasti...
I loved him so much. VERY MUCH.
Dan percayalah, until today, it was the best relationship I had so far in my life...

***

Depan televisi, Minggu, 23 Agustus 2009, 11.12 Malam