3

Perempuan Berbisa

I will never be the woman with the perfect hair, who can wear white and not spill on it
Seseorang menyayangimu. Tidakkah itu menyenangkan?
Seseorang menaruh kagum padamu. Tidakkah itu membahagiakan?
Seseorang berkata kalau kamu adalah orang yang sangat baik dan memiliki segalanya. Tidakkah itu sanggup membuat hidungmu kembang kempis kegirangan?

Tapi saya nggak pernah merasa seperti itu. 

Setiap orang mengelus lembut dan menyayangi saya, yang terpikir di dalam otak saya adalah, "Apa yang dia inginkan?"

Setiap orang menaruh kagum kepada saya, di dalam isi kepala saya adalah, "Kamu salah orang!"

Dan setiap orang yang berkata ingin berada di posisi saya, dengan geram saya ingin berkata, "Silahkan, ambil sepatu saya dan pakailah sesuka hatimu..."

Saya bukan seorang perempuan seperti yang ada di dalam pikiran semua orang. Bukan pula seorang perempuan kalem, lembut, dan berhati sensitif seperti yang dikira orang. Saya, in fact, adalah perempuan berbisa yang akan menyemburkan racun saat terlukai.

Saya lelah menjadi diri saya sendiri; yang seolah menipu banyak orang dengan menampilkan satu figur yang bukan diri saya sendiri padahal sebetulnya mereka yang menangkap semua itu terlalu tinggi.

Saya tidak bahagia.
Asal kalian tahu saja.




3 komentar:

sebuah perjalanan said...

yeah.I was there mba.
Feeling so lonely when people do always get me wrong.

anyway, salam kenal.

Indah said...

Saya, in fact, adalah perempuan berbisa yang akan menyemburkan racun saat terlukai.

Hehehe.. gua pikir wajar, Laa, kalo elo mengeluarkan "bisa" ketika dilukai, macan yang ompong sekalipun yang terus menerus disakiti pasti akan berusaha mengigit pihak yang menyakitinya, walau mungkin sia2 karena udah ngga punya gigi, ahahaha :D

Yang ngga wajar ituu.. kalo ngga ada angin ngga ada ujan, selalu punya keinginan untuk menyakiti orang lain, huaaa.. kalo ketemu orang yang kaya gini maah harus cepat2 lariii jauh2 :p

Marshmallow said...

ya ampun, laaa...
aku liat blog kamu buanyak buanget.
produktif atau demen nih? hihi...

salut deh, la.
semoga naskah-naskah novelmu bakal jadi buku, ya?

nah, soal tulisan ini, seringkali kita tidak menaruh kepercayaan pada ketulusan orang lain. mudah-mudahan bukan karena kita sendiri yang tidak terbiasa tulus melakukan sesuatu pada orang lain. bukankah thinkers are the best doers?

though i believe you are not like that at all, dear. :)