Are You Tired, Hm?
Thursday, February 26, 2009 Cinta, feel, hari ini, sahabatSEBUAH DOA UNTUK ADIKKU
Thursday, February 12, 2009 birthday, hari ini, RelationshipImelda Coutrier Miyashita
Saat pertama aku mengenalnya, aku pikir .... oh she is not my type. Apalagi dia berbintang "Aquarius"... aku kurang cocok dengan orang Aquarius jadi aku pikir tidak akan bisa bersahabat dengannya. Juga begitu membaca tulisannya... aduh kok ceritanya tentang cinta dan patah hati terus... Aku pikir, kenapa sih hidup itu hanya berkisar di pencarian pasangan hidup melulu? Dia sudah sangat berkualitas bahkan tanpa siapa-siapa...
Tapi dari tulisannya yang sekian banyak itu dia memancarkan energi yang tidak habis. Yang tersirat dari tulisan mengenai kehidupan seorang gadis yang berusaha untuk membaca hidup itu sendiri, dengan gayanya yang ceria. Meskipun kadang di balik keceriaannya itu tersimpan gulana yang menggunung. Tapi dia tidak pernah putus asa. Dan itu memberikan sentilan padaku untuk memandang hidup dengan lebih ringan, lebih ceria dan tak putus asa.
Aku dan dia memang dua pribadi yang sangat berlainan. Dia banyak menulis tentang aku yang memuji-muji dan iri tentang aku. Tapi dia tidak tahu bahwa aku juga iri dengan kehidupannya, dengan sifatnya, seorang gadis single, yang berdikari, yang punya cita-cita yang konkrit dan sebagian sudah dicapainya. Dia punya banyak teman yang mendukungnya dan disukai orang-orang. Aku iri akan ketenaran dia, atas hasil yang dia capai. So, aku pun bisa iri padamu, apalagi orang lain dik?
Jangan gelisah soal pasangan hidup ya dik... Dia akan datang pada waktunya. Kalaupun dia tidak datang, kamu sebagai suatu pribadi yang ulet, sanggup mengalahkan dunia kok. Aku yakin itu. Dan aku akan berada di belakang kamu terus seandainya kamu butuh aku. Kalau butuh banyolan yang bisa mengurangi gelisahmu, aku selalu ada untuk kamu.Jangan ragu dalam melangkah (meskipun aku tahu kamu tidak ragu, but sometimes you lost that courage). Enjoy your life, every single second of your life.
Tuhan berkati dan lindungi dia dalam setiap langkah yang dia tempuh. Ringankan semua gelisah dna ketakutannya. Bantu dia dalam kesendiriannya. Limpahi dia dengan kasih sayang tak berujung.
I just wanna thank you,
For being who you are.
For being YOU.
MWAH!
Soal kado itu, don't bother to give me anything. You've given me alot! :) Love you, love you, love you!
A Glass of Wine
Monday, February 2, 2009 feel, hari ini, it's meUgh Yeah!
Tuesday, January 27, 2009 feel, hari ini, it's meIt's finally over...
Sunday, January 25, 2009 feel, hari ini, it's meMerasa sangat bodoh, goblog, dan segala jenis sifat yang sederajat.
Detik ini juga, saya pingin semuanya selesai saja.
Semua rasa yang dulu pernah bermain-main di dalam hati saya.
Sudah.
Cukup.
Selesai.
This game...
is finally over.
When you were here before
Couldn't look you in the eye
You're just like an angel
Your skin makes me cry
You float like a feather
In a beautiful world
And I wish I was special
You're so fuckin' special
But I'm a creep, I'm a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don't belong here.
I don't care if it hurts
I want to have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice
When I'm not around
You're so fuckin' special
I wish I was special
But I'm a creep, I'm a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don't belong here.
She's running out again,
She's running out
She's run run run running out...
Whatever makes you happy
Whatever you want
You're so fuckin' special
I wish I was special...
But I'm a creep, I'm a weirdo,
What the hell am I doing here?
I don't belong here.
I don't belong here.
(Creep -- Radiohead)
Banyak Ketawa --> Banyak Nangis?
Tuesday, January 20, 2009 family, hari ini"Eh, jangan kebanyakan ketawa, nanti nangis...."
Ingat, kan?
Yang pasti, saya ingat sekali kalau Mami selalu menyuruh saya untuk tidak tertawa terlalu hiperbolis supaya nanti malamnya saya tidak rewel, nangis, dan gelisah nggak bisa tidur.
Saya belum pernah membuktikannya; apa coba korelasi antara laughing out loud in the day and crying so hard in the night? Selain keduanya adalah dua hal yang sama sekali lain, bertentangan, dan tidak punya teori bahwa energi yang berlebihan akan kemudian diolah menjadi air mata (seperti teori karbohidrat dan lemak itu).
Sampai akhirnya, semalam tadi, saya mengalami sendiri apa yang diwanti-wanti oleh Mami saat itu.
Semalam, Meylinda, teman saya, mengajak saya dan beberapa rekan kantor untuk makan di Primarasa, sebagai tanda syukur atas bertambahnya umur Meylinda pada 1 Januari kemarin. Berhubung Meylinda sudah resigned sejak tahun 2007, tentu saja kami punya banyak modal untuk bercerita dan bercanda, yang pastinya dengan beberapa comedian regular: Yoenoes dan Lala :D
Kami tertawa ngakak.
Becanda seolah seorang standing comedian.
Ngomong soal A, B, C sampai Z, dan seolah nggak pernah kehabisan bahan untuk tertawa lebar. Sungguh, malam tadi adalah tertawa paling lepas sepanjang 20 hari yang saya jalani sejak tahun 2009. Kami benar-benar tertawa dengan tingkah polah yang nggak karuan. Jangan bayangkan saya yang kalem, deh... Karena percayalah, saya ini akan kehilangan pesonanya *emang lu punya pesona, La? hehe* kalau sedang beralih peran menjadi badut Ancol :D
Dan seperti yang dibilang Mami, dulu...
Kalau kebanyakan tertawa, pasti ujung-ujungnya sedih.
Karena memang benar.
Ketika sampai di rumah, saya menemukan rumah saya masih kosong, dengan ruangan yang masih gelap minus cahaya lampu. "Bro mana, ya? Masa belum pulang, sih?" Saya memutuskan untuk menelepon Bro, sementara Meylinda masih setia menemani saya dan mempersilahkan saya untuk tetap duduk di kursi Kijangnya.
Berkali-kali saya menelepon, tetap tidak ada jawaban. Bad signal, lah. Atau malah tidak diangkat sama sekali. Aduh, saya yang memang sudah berbakat parno ini semakin paranoid saja. Mulai membayangkan hal-hal yang tidak-tidak...
Lima menit kemudian, ponsel saya berdering. Dari Bro.
Percakapan sekilas saya dengan Kakak Tercinta saya itu membuat saya mengangguk mengerti kenapa rumah masih dalam kondisi kosong dan gelap.
Kamu tahu kenapa?
Soalnya sepulang kantor tadi, Bro membawa Mbak Ira ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi tubuhnya yang drop, dan tidak disangka-sangka, Mbak Ira harus rawat inap malam itu juga karena penyakit Liver yang sudah agak gawat... :(
Sungguh.
Saya benar-benar terhenyak di atas kursi dan nggak bisa berpikir apa-apa lagi selain berkata dalam hati, "Mami bener... kalau aku kebanyakan ketawa.. ternyata malemnya aku bakal sedih...."
Ah, Mbak Ira..
Cepat sembuh, ya?
Rumah nggak rame kalau nggak ada Mbak Ira.... :)
LALA
suddenly empty
Thursday, January 15, 2009 feel, hari iniKosong saja.
Hampa saja.
Tidak terdengar apa-apa,
kecuali isak suara tangis saya sendiri...
Of love
Didn't think I'd miss her
That much
I want to fill this new frame
But its empty
Tried to write a letter
In ink
Its been getting better
I think
I got a piece of paper
But its empty
Its empty
Maybe we're trying
Trying too hard
Maybe we're torn apart
Maybe the timing
Is beating our hearts
We're empty
And I've even wondered
If we
Should be getting under
These sheets
We could lie in this bed
But its empty
Its empty
Maybe we're trying
Trying too hard
Maybe we're torn apart
Maybe the timing
Is beating our hearts
We're empty
Oh oh
Oh oh
Oooooh
Oh oh
Oh oh
Maybe we're trying
Trying too hard
Maybe we're torn apart
Maybe the timing
Is beating our hearts
We're empty
We're empty
We're empty
GA SEGITUNYA, KALEEE....
Monday, January 12, 2009 feel, hari iniJust about five minutes ago, saya bertamu di 'rumahnya'; kamu tahu nggak sih kalau membuka lembar friendster-nya adalah one of my greatest fear? Karena ujung-ujungnya saya bakal nangis, inget dia lagi, marah-marah nggak penting, lalu dendam membara kayak Mantili di Saur Sepuh (hehehe, ketauan nih betapa jadulnya dirikuh.. )
Sungguh,
perjuangan banget untuk berani masuk ke dalam rumahnya. Takut pada kenyataan bahwa he's okay, he's with someone else, dan sudah nggak peduli sama saya (emang kapan dia pernah peduli, yah? hehe)
But, hey...
Entah kenapa tadi saya malah mikir, "It's now or never. Mau sampai kapan lo lari, La? So what kalau dia baik-baik aja? So what kalau dia pacaran sana sini? So what kalau pacarnya jauh lebih cakep dari elo?"
...ketakutan itu harus dihadapi, otherwise, kamu akan merasa ketakutan terus sepanjang hidupmu...
Lime menit yang lalu, I faced my dead or alive situation! Haha... hiperbolis, ya? In fact, it was totally frightening at first. Bayangkan, in one click mouse away, akan terbangun jembatan antara saya sekarang... dan saya di masa lalu...
Should I even build the brigde to connect with my past?
Or should I just wait in the other but keep on asking the same question again and again.. keep having the same feeling again and again...?
Tidak bisa tidak.
Saya harus melakukannya.
I clicked my mouse. Slowly enough, seperti berusaha untuk tidak membangunkannya... :)
Menatap tenang sebuah layar yang memuat wajahnya...
Dan...
Ya. I saw the whole bunch of pictures... perempuan yang sama... dalam berbagai gaya... *I don't know, is she a model or something, but she's beautiful indeed*
Dan kamu tahu?
I WAS LAUGHING OUT LOUD!!!
Kenapa, La? Lo bilang ceweknya cakep... kok malah ketawa? Apa ternyata dia banci, gitu? :D
Hihihi.. jahat euy... Saya tadi ketawa... karena saya menertawakan diri saya sendiri. Segalanya seolah berkelebat seperti slide yang tampil bergantian di layar projector. Tangisan saya... Pertengkaran saya dengan Pacar *okay, mantan* karena saya masih memikirkan dia... Atau tiba-tiba merasa kangen luar biasa sama seseorang yang sudah menyakiti saya... (sehingga saya menganggap diri saya pantas masuk MURI karena keanehan saya ini! Haha!)
Jadi ketakutan saya yang nggak penting itu cuman segini nih?
Kesedihan saya yang over dossage itu cuman segini nih?
Kenapa saya cuek aja melihat dia udah moved on? Kenapa rasa cemburu itu nggak ada sama sekali ya?
Gila, kan?
Seseorang yang saya pikir telah menginspirasi segala luka yang pernah ada dan masih membekas sampai sekarang, ternyata... GA SEGITUNYA KALEEE....
wakakaka...
*Sumpah, sampai sekarang saya masih mikir: what took me so long to get here? Saya kemana aja, sih? Kok butuh setahun buat tertawa seperti ini... But still, it felt nice to laugh at my own silly stupid mistakes... *
Lyrics | Rihanna lyrics - Take A Bow lyrics
Insanity
Sunday, January 11, 2009 feel, hari ini, it's mewaiting for someone's calls... news... wondering whether he/she's okay... so afraid that something might had happened...
but then that someone's giving you the short notice,
and somehow, it doesn't please you at all?
Pernah akhirnya merasa:
why do I even bother to worry? to think? to spend my time wondering around like crazy?
when at the same time, that someone just laughs at you and thinks that you are overreacted.
Sehingga membuat kamu merasa menyesal telah menunggu kabar darinya?
and wish that: ngapain sih ngabarin? ngapain sih nelepon? ngapain sih ngasih tau? Kalau akhirnya cuman bikin kesel.......
This is my lifetime insanity.
Dan saya belum tahu, rumah rehab mana yang bisa menyembuhkannya....
Stay. Leave. Live. What's your call, hm?
Saturday, January 10, 2009 feel, hari ini, it's meSeolah berharap pada keajaiban untuk mengetuk pintu dan berkata, "Hey, bahagia ini milikmu aja... jadi nikmati tanpa takut ada yang mengganggu, ya..."
When I know magic moments are rare.
When I know magic moments don't come as often as silly moments, my silly moments.
So, what's the point?
Masih berharap pada bintang jatuh? Don't they have some kind of guidance to help them from falling over and over again to the earth? :)
Masih berharap pada keajaiban yang memang hanya terjadi ketika kita least expect it? When we spend most of the time expecting things to happen...
Duh, duh.. ceracau yang nggak penting, di pukul satu pagi, yang tanpa niat apapun, tapi nggak bisa beranjak dari depan laptop dan memilih untuk menutup layarnya. Damn! Kenapa pikiran saya jadi nggak jelas begini ya?
*You! Yeah you! I'm talking about you! Bayangan nyebelin itu!*
Sometimes... okay, most of the times, saya berpikir ini.
Should I stay... dengan kenyataan bahwa someday, bisa jadi saya sangat sangat menyesal.
Should I leave... dengan probabilitas bahwa someday, saya bisa sangat bahagia.
Should I just live the moment... kunyah perlahan, resapi sampai kenyang, nangis kalau butuh, ketawa kalau emang pingin ketawa...
I should live the moment, adalah pilihan yang tepat dan rasional, tapi bukan menjadi option ketika pagi ini tiba-tiba saya benci sekali dengan diri saya sendiri.
I'm almost 29 and I'm confused.
Help!
What a Complete Life
Friday, January 9, 2009 feel, hari ini, sahabat"Eh, La.. gua kasih pertanyaan, terus ntar lo jawab ya..."Setelah menunggu saya nyengir kuda sampai bermenit-menit *lebay.com*, akhirnya dia nanya juga.
"Dapet hadiah?"
"Lo kata gua Tantowi Yahya?"
"Ya, kali..."
"Jadi gini, menurut elo nih, La.. lo lebih deket sama siapa: sahabat lo apa temen kantor?"Saya nggak pernah menyadari bahwa memang teman-teman di kantor-lah yang paling dekat dalam kehidupan saya, sampai di malam itu, ketika saya berpisah dengan teman saya usai makan di food court sebuah mal.
"Mmm.. sahabat gua lah..."
"Salah."
"Lah? Salah gimana? Lo ini aneh. Nanya-nanya tentang gua, terus gua jawab, eh malah dibilang salah."
"Ya salah, Neng...."
"Idih." "Udah, jangan sewot dulu. Gini, gini... menurut gua, ya, La... yang lebih deket sama elo, pastinya, bukan sahabat elo... tapi temen-temen kantor..."
"Hmmm..."
"Karena elo kan spent almost all day sama mereka, kan? Yang tiap hari lo ajak cekakak cekikik... tiap hari barengan makan siang... Paling lo ketemuan sama sahabat-sahabat lo cuman weekend doang, kan?"
Iya... benar juga ya.. Yang tahu jerohan saya.. pastinya Bunda Beatrix, Senior Secretary yang duduk di samping pak kusir.. eh.. saya setiap hari. Yang tahu gimana cengengnya Lala, excitednya Lala, geblegnya Lala, jahatnya Lala, emosionalnya Lala... ya beliau ini! Saya menghabiskan 5 hari dalam seminggu, dari pukul setengah sembilan sampai setengah enam sore... dan beliau inilah yang menjadi saksi hidup betapa begajulan-nya seorang Lala Purwono.. iya, saya! :)

OK, Bunda memang dekat dengan saya karena pekerjaan kami yang sama... tapi saya juga dekat dengan seorang teman yang lain, yang dekat karena saya sepikiran, sepaham, hampir seumuran (dia lebih muda), dan punya kesamaan: sama-sama suka nyanyi (malah pernah ikutan audisi Idol segala terus nggak lolos bareng2.. wakakakaka)
Paulus.. iya, nama temen saya itu.. selalu menjadi partner saya saat pergi ke NAV karaoke, hangout di Grazia after office hours, bahkan ikut les EF barengan (dibayarin kantor). Curhat-curhatan soal guys and girls... saya nanya pendapatnya soal cowok.. demikian pula sebaliknya.. Dua tahun yang lalu, sempat punya pikiran untuk nulis novel bareng tapi sampai sekarang nggak pernah terwujud saking bawelnya kami berdua.. hihihi..

Oh ya, selain teman berbagi cerita, Paulus juga saya jadikan sebagai manequin hidup saya. Apa maksudnya? Hm.. jadi gini, karena saya ini sok ngerasa ahli dalam bidang fashion nih, saya sering mendandani cara berpakaiannya.... Alhasil... Ulang tahun kemarin, saya membelikan dia dasi dan vest rajutan... yang hari ini dia pakai (minus vest-nya, plus kemeja yang setahun kemarin saya belikan buat dia)... dan bikin saya terharu.... :)
You have no idea how it makes me feel...Being surrounded by people who care and I really care about....
I'm home, with my lovely bro and his wife...
I'm having fun with GangGila...
and I have my best buddies at the office who I can talk to and share my feelings.
Oh ya...
I have you, too.. Friends I've met through technology!
what a complete life, don't you think? :)
Well... apa lagi yang membuat saya berpikir merasa sebagai makhluk paling menderita sedunia kalau saya memiliki apa yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain, kan....
til further notice
Thursday, January 8, 2009 feel, hari iniIM2 saya juga.
Dari kemarin sore saya dimusuhin pacar-pacar saya itu dan membuat saya bertanya-tanya:
"WHY GOD, WHY ME? WHY NOW?"
*lebay.com* hihihi...
Yang pasti, pagi ini saya dateng ke kantor dengan tampang kusut walaupun tetep cakep. Hehe... Langsung naruh laptop di meja dan kabur ke ruang IT buat posting sebelum temen IT saya itu dateng.. haha... bener-bener berasa seperti maling deh, pagi ini. Or, seperti orang yang selingkuh, terus ketauan, dan lari lewat pintu belakang!
Cuman..
Ada hikmahnya juga sih kenapa modem saya mendadak gondok gitu.
Kamu tahu apa?
Well, karena pagi ini saya memang bakal direpotkan dengan banyak reports yang musti kelar by noon.
Juga..
Saya kan lagi punya hasrat untuk menulis satu novel yang musti kelar dalam satu bulan ini...
Jadi mungkin nih, saking cintanya sama saya, si Modem memutuskan untuk gondok demi kebaikan saya sendiri.. *aduh, Modem.. I love you even more deh.. * So then I will have more time to write and write...
Hm,
don't you just love how life surprises you, every day?
don't you just love to figure out the lessons you're going to learn in simple things that happen in your life?
Saya sih, sukaaaaa banget.
Menganggapnya sebagai clue or sign to make me a better person, every day.
Jadi, nih..
Saya bakal hiatus in further notice, yah... (sampai tiba-tiba nggak mood nulis lagi atau kegirangan karena modem berbaik hati lagi sama saya... hehe)
I think, I'll spend my time on working my novel project.
So,
bye for now..
hope to see you soon!
Kiss and hug,
LALA
while on my way...
Wednesday, January 7, 2009 feel, hari ini, it's me, pastIya.
Made fun on me.
Made jokes about the fact that I am still having this thought for a guy... okay, not just a guy, but a total bastard, who came in to my life and ruined everything.
Sungguh, bukan kemauan saya untuk terus mengingat dia.
Sungguh, bukan pula saya menginginkan dia untuk terus mengacak-acak pikiran saya dan membuat saya tak kunjung berhenti memakinya, menghadiahinya sumpah serapah dalam hati, dan mengutuknya kalau bisa.
Saya benar-benar ingin melemparkan dia, keluar dari dalam hati saya.
Karena while I'm on my way to the office,
di antara langkah-langkah kaki yang seolah tak berenergi..
I just miss him.
merindukan dia yang setahun kemarin membuat saya bahagia...
(damn you, Fe! I hate you for messing my life and not giving me your goodbye!)
The Novel Project
Tuesday, January 6, 2009 hari ini, novelSo here I am.
Just finished few pages (11, so far) of my new project. Judulnya Second Wives Club, well.. ini masih rencana sih, karena bisa jadi bakal berubah di tengah jalan.. hehe... maklum, amatiran...
Saya kasih cuplikannya dikit yah...
Bocoran 1:
Don’t you just love to see your man talking about his dreams and how he could manage to make those dreams come true? Don’t you just love to see the sparkling stars in his eyes? And at the same time, dia memelukmu erat dan membiarkan jari-jemarinya mengusap bahumu pelan dan lembut?
Ah, memang akan selalu ada hal-hal yang tak pernah bisa terbeli dengan uang.
Zara, Mango, Banana Republic… well, itu adalah barang-barang yang bisa dibeli dengan uang atau kartu plastik hebat bernama Credit Card.
Hachi Hachi Bistro, Penang Village, Jade Imperial… hem, those fancy restaurants just only accepted cash or credit card, bukan kasih sayang atau rengekan penuh simpati.
Toilet yang gratisan pun sudah jarang, kecuali toilet di apartemen atau rumahmu sendiri.
There’s something that money can’t ever buy.
Let me tell you mine.
Pelukan Kekasih ketika lama tak bertemu, kalimat-kalimat nakal dan bawel di telepon saat berjauhan, sentuhan di dahi saat merapikan poni yang jatuh berantakan di dahi, bantuan Kekasih ketika mengkaitkan gelang silver bersepuh emas putih, dan sekedar bertanya, “Hey, kamu keliatan nggak sehat. Aku antar ke dokter, ya?”
Tidak akan bisa tergantikan dengan uang, dalam jenis apapun. Logam, kertas, dan jenis mata uangnya.
Bocoran 2:
“Dan elo tuh yang nggak sopan, udah tahu gue ngasih kado yang bombastis begitu, elu masih ngata-ngatain gue dan nggak nraktir gue makan kemana gituh…”
“Bukannya siang ini gua udah nraktir elo, Bu?”
“Hey! Thirty three years old dan elu masih nraktir gue di Food Court? Kelas elu tuh udah yang Jade Imperial, Bu. Rekening elu di bank juga nggak bakal sadar kalau elu nraktir gue makan di sana…”
“Haha… usaha minta traktiran yang sangat dahsyat, Len. Lo emang tahu kalau gua paling suka dibilang pintar…”
“Hayah, emang kapan gue nyebutin gitu???” Tanya Helena bingung.
“Suka-suka gua, dong.. Elo masih mau gua ajak dinner di Jade Imperial, kan?”
Helena mengikik geli. “Iya lah…”
“Ya udah, nurut ama gua…” kataku sambil memasang mimik wajah pura-pura galak.
“Iya deh, iya… Ibu Kelana Lesmana Dewi yang baik, cantik, pintar menabung pula..” lanjut Helena yang kemudian sukses membuatku tertawa.
Ah, Helena, Helena…
Hanya karena aku menjanjikan dinner di resto mahal, dia sudah repot-repot memuji sahabatnya ini sampai setinggi langit. Gimana kalau setelah dinner nanti malam aku bilang sama dia soal tiket Mariah Carey dan permintaan khusus supaya dia menemani aku menonton konser serta menginap di hotel berbintang empat, sambil belanja sampai bangkrut di Singapura ya?
Harus siap-siap membawa tim medis nih, nanti malam.
Jaga-jaga aja, siapa tahu Helena beneran pingsan.
Bocoran 3:
Radit memandangku dengan kesal. Ya, bukan yang pertama kali ini dia merasakan kekesalan yang sama. Aku tak bisa berkata apa-apa, kecuali memeluk tubuhnya yang bergetar.
Ah, I am truly a weirdo.
Pernah nggak sih, di sepanjang sejarah, ada seorang perempuan muda yang rela menjadi wanita kedua, tapi membiarkan lelaki tercintanya itu untuk tidak menikahinya dan melarangnya untuk meninggalkan istrinya demi perempuan itu?
Pernah nggak sih, di sepanjang sejarah yang pernah kamu tahu, kalau itu semua dilakukannya atas nama cinta, karena di matanya cinta adalah memberikan segalanya tanpa menuntut mendapatkan segalanya?
Kalau memang tidak pernah terjadi dalam sejarah, well, then let me be the first.
Aku akan telepon MURI atau Guiness Book sekalian supaya segera mencatatnya karena aku adalah perempuan pertama yang rela menahan sakit hatinya sendiri dan sangat naïf dalam menerjemahkan isi hatinya.
What dya think?
Kalau emang lagi niat begini, dalam setengah jam aja bisa lahir tulisan sebanyak itu, cuman sayangnya jarang banget bisa dapet mood buat nulis novel... D'oh!
So, maaf ya, kalau agak membiarkan blog terbengkalai..
Yah, lagi sibuk nyelesein novel nih... mudah-mudahan cepat kelar, okay...
Love ya, all...
Goodnite...
Being Home!
Sunday, January 4, 2009 feel, hari ini, it's me, LiburanBeing at your own room; yang meskipun kayak kapal pecah, yang baju berserakan di mana-mana, terus banyak kabel-kabel yang terjulur di lantai *hidih, jorok amat sih lo, La! hehe*, tapi tetap saja.. it's your own room, it's your own bed, tempat kamu biasa menghabiskan waktu... every day!
Ah..
Don't mind what I've said kalau kamu masih saja sibuk mencari-cari 'home' atau apalah namanya.
Don't mind what I've said kalau kamu masih belum mendefinisikan what a home and how it could be called as home.
Don't mind every thing that I would like to say, ya..
Karena kamu tahu kenapa?
I JUST LOVE BEING HOME... AGAIN!
Setelah perjalanan panjang yang sangat melelahkan... he-eh, yang ke Jogja itu lho... it just feels great to live and breath in my home sweet home.. tempat melepas lelah tiap harinya itu.. tempat saya bertukar cerita dengan Bro.. tempat saya berebut kamar mandi dengan kakak ipar saya.. tempat saya diem-diem menggoreng chicken nugget milik mereka karena saya kelaparan! :D
I'm glad, I'm home.
It ain't heaven, I know.
But for my super tired body tonite, it feels... just like it :)
*siap-siap mandi, lalu ngeblog lagi... hehehehe*
Just Another Guy
Tuesday, December 30, 2008 feel, hari ini, it's meLyrics | Natalie Imbruglia lyrics - Torn lyrics
Dan apa yang kamu lakukan ketika itu terjadi; when you think that he's a special someone?
Apa yang kamu rasakan ketika itu terjadi; when you lose all the confidence you have that maybe he has some sort of feelings for you?
And what name should you give to a man like him?
Heartbreaker? Sweet Lips? Or another typical of a guy that says he runs the world? *lebay? hmm... let it be...*
Buat saya, lelaki seperti itu...
adalah just another common guy, who came knocking into my life and broke my self defense.. (got to tell you, damn it sucks!)
adalah just another common guy, who thinks that he has captured me, like any other girls..
He's just an ordinary guy,
yang saya pikir berbeda... tapi ternyata sama saja.
I know I fell for him, once.
I know I missed him, once.
I know I daydreamed of him, once.
But just that once.
Karena sekarang...
he is no longer something.
He is just..
another guy.
Dan tidak akan menjadi siapa-siapa...... period.
argh! Insomnia!
hari ini, it's meJadi kebiasaan ya?
Well, what can I say.. Yang pasti, sekarang saya nggak napsu tidur sama sekali, mata melek abis, dan cuman gedebak gedebuk aja di atas kasur ...*kenapa, La? Lo berantem ama sapa? hehehe*
Sent a few messages to a friend yang saya yakin banget kalau sekarang dia lagi sama meleknya dengan saya dan voila.. dia memang belum tidur. Dia termasuk orang yang beruntung karena jadi korban simple sweet nothing saya atau malah sial banget, yah? Hihihi...
Eniwei,
Ketololan saya yang berikutnya adalah ketika saya malah memutuskan untuk mengkoneksi internet instead of trying harder to close my eyes! Damn. Sinting ya saya? Sudah tahu hari ini bakal ngantor... Sudah tahu kalau hari ini bakal ada kerjaan penting yang musti selesai karena saya bakal liburan ke Jogja selama libur tahun baru nanti... Sudah tahu kalau laporan ini nggak selesai, saya bisa dimaki-maki sama orang Taiwan... Huduh!
...sampai kepikiran: kalau dicium orang ganteng, apa bisa langsung tidur, ya?
mm.. kalaupun nggak bisa langsung tidur, paling nggak..saya bisa menikmati saat melek-melek nggak penting saya sekarang ini dengan lebih menyenangkan kan.. *ugh, ciuman sama orang ganteng gituh!* :D
Sebetulnya, saya biasa minum susu putih sebelum tidur; sugesti bahwa minum susu sebelum tidur itu bisa bikin tidur lebih nyenyak .. sampai akhirnya dipentung sama temen: lo udah gendut kali La... :) Hm, tapi persediaan susu putih saya memang sudah habis dari kapan tau, jadi kamu boleh tenang .. hehe
Okay.
Menghitung domba..
*ah.. sayangnya banyak domba yang udah disembelih pas Idul Adha kemarin, jadi baru ngitung beberapa aja, udah abis.... walhasil, mata masih ogah merem*
Okay.
Cara lain. Ambil buku. Ada novel Ika Natassa; judulnya Divortiare. Melanjutkan beberapa halaman... terus tiba-tiba malah kepingin untuk menulis di laptop! Dendam banget kalau ada perempuan muda, seusia saya, terus bisa bikin novel.. bagus pula! :D
Sampai akhirnya nyadar banget... kalau saya nulis novel sekarang... udah gitu dengan ide yang sangat random dan nggak jelas bakal kemana... sepertinya saya bakal baru tidur kalau udah lebaran haji taun depan! *hiperbolis.com*
Okay, okay..
Apa cara lainnya..
Nonton DVD? .. bunuh diri. Ntar yang ada saya malah baru tidur setelah ceritanya kelar!
Dengerin musik? .. duh, naluri penyanyi saya bakal muncul mendadak dan ditanggung malah nggak tidur!
Ngerecokin temen yang tadi? .. hih, kayaknya bakal jadi Complicated Bitter Something, deh! :)
It just seemed no other way.
I was totally clueless.
And yeah,
that was the time I realized....
saya mengalami Insomnia!
Argh!!!
God Must Be Kidding
Monday, December 29, 2008 feel, hari ini, it's meHari ini saya seolah sedang diajak becanda dengan Tuhan. Okay, okay. Asal mulanya begini.
Seharian ini saya diajak keliling dunia sama my sweet happy little family; Bro dan Mbak Ira, istrinya serta Mbak Pit dengan keluarganya (iya, dengan keponakan-keponakan saya itu!). Dunia? He eh. Dunia Mal, maksud saya. Karena hari ini, agenda saya adalah mall to mall ... cuman hari ini, eh? bukannya tiap hari kerjaan lo begitu La?? *tendang yang punya pikiran jelek begitu! hehe* Nah, di hari Senin yang libur inilah, Tuhan mencandai saya dengan mempertontonkan pemandangan-pemandangan yang bikin saya ketawa ketiwi sendiri.
Apa, La?Oh, nggak.
Lo liat Badut Ancol lagi atraksi terus nawarin elo buat gantiin dia sementara dia kebelet pipis?
*tendang lagi. Nekat amat sih, cari gara-gara sama cewek secakep saya... hihihi*
Saya nggak lihat Badut Ancol.
Dan sumpah, kalaupun ada Badut Ancol, saya tetep ogah buat ngegantiin dia sementara dia pipis di kamar mandi!
Lantas?Hm, sederhana, sebetulnya. Cuman young mommies with cute babies. Bervariasi; mulai dari suaminya yang cakep dan melirik-lirik ke arah saya *ini hiperbolis!* sampai yang cumi.. he eh, cucah mingkem. Ada yang repot karena bayinya mewek. Ada yang lagi asyik mengajak becanda bayinya sambil bikin mimik wajah yang seru-seru. Ada pula yang keliatan mesra dengan pasangannya sambil mencium pipi bayinya yang gembil.
Where's the funny part, hoi!Hey, sabar.
Kenapa saya menganggap Tuhan sedang mencandai saya?
There's one little detail that you should know about me.
Recently... OK, a couple of months ago... saya memutuskan untuk nggak terlalu memikirkan soal marriage thing. Hm, not before thirty, saya nggak mau heboh ngurusin kemana jodoh saya.. Nggak mau terlalu sibuk menangisi nasib saya yang tragis ini (cewek cakep kayak saya kenapa nggak ada yang mau ngajakin nikah, maksudnya!). Setelah umur tiga puluh, yang artinya 12 Februari 2010, baru saya akan serius mencari pasangan. It's a deal! Period. Nggak pake tawar menawar lagi *hidih, emang ada yang nawar, La? Biasa aja kalee...*
So now you know why I said that God must be kidding me, right?
Tentu aja karena seharian ini, Tuhan seolah bilang sama saya, "Yakin, La, kamu nggak mau nikah sebelum umur tiga puluh? Tuh, tuh, liat tuh... Masa kamu nggak kepingin punya bayi lucu kayak gitu sih... Ah, yang bener... Coba liat lagi deh.. Itu, yang lagi gendongin bayinya... Sama.. mm.. itu tuh.. yang lagi becandaan sama bayinya terus si suami memeluk pundaknya... Yakin, masih mau nunggu sampai tiga puluh baru mulai mikir?"
Ih, Tuhan!
You always know every little details of my life deh! *La, La... lo pingsan apa bodoh sih? God knows everything, kalee... God knows not just your life, but everyone!*
Pemandangan-pemandangan itu bikin saya ketawa sendiri.
Not just because the babies were so damn cute.
Not only because the Mommies were so damn silly when they made cute faces to make their babies laughed.
And again, not because the Daddies were so attractive and made moves on me... *ngayal.com*
tapi karena...
saya menertawakan diri saya sendiri.
I am an almost twenty nine years old single gal.
Who loves coffee and adores pink.
Who enjoys writing as much as she enjoys singing.
Who thinks that babies are cute and being a wife and mother is definitely wonderful.
Dan masih nekat bilang, "Sebelum usia aku tiga puluh, aku nggak akan mau berkomitmen dengan siapapun.. dan akan bilang 'Sorry, I can't' kalau seseorang yang sesungguhnya aku sukai berlutut di depanku untuk melamar aku menjadi istrinya... I will be emotionally ready after thirty."
tapi dua jam yang lalu..
tiba-tiba..
saya kepingin segera menikah! Dalam waktu dekat! Any guys will do! Hahaha... tolol ya?
Itulah kenapa..
Hari ini saya bilang:
"You really must be kidding me, God!"
It's Anonymous...
Saturday, December 27, 2008 Cinta, feel, hari ini"Tapi kamu nggak tahu soal aku..."
"Iya..."
"Kamu jangan melihat aku dari luarnya aja...."
"Iya..."
"Kita belum pernah ketemu..."
"Iya, aku tahu..."
"Kamu belum tahu aku... Belum pernah bertemu lalu ngobrol denganku..."
"..."
"Bagaimana bisa kamu yakin dengan perasaan kamu?"
"..."
...I don't know.
I really don't know.
And I'm sorry I can't describe what I feel inside.
Because, it maybe doesn't have any names.
It's maybe just anonymous.
But all I know is...
It's something that makes me so jealous when you're with someone else...
*dan sumpah... it kills me... kills me...*
Lonely is my Middle Name
Friday, December 26, 2008 feel, hari iniLonely is my middle name. Hhh...Kemudian dia membalas.
Why you said that?Lalu saya bilang.
Because that's what I'm feeling right now..Dan sekali lagi dia membalas.
Sibuk?
Bisa ditelpon?
Sebentar ya? Lagi ribet banget euy...Setelah itu, saya menutup komunikasi kami dengan kata-kata ini saja:
Iya, gpp... :)Then I begin to wonder: kenapa saya musti menyamakan orang lain dengan saya? When I'm blue, when I'm lonely, apakah semua orang musti begitu? Toh sahabat-sahabat banyak yang sedang sibuk dengan urusan masing-masing.. Toh banyak teman-teman juga lagi asyik dengan kerjaan mereka... Dan ya, meskipun ada juga yang tiba-tiba terjangkit sindroma akhir tahun yang bikin mood anjlok dan males ngapa-ngapain, tapi bukan berarti saya berharap ada yang begitu peduli dan bersedia ditelepon 24 jam dan 7 hari dalam seminggu kan?
Sudah deh, La.
You're grown enough to manage your own mood, heart, and emotion. Take control of yourself and don't let it controls you!
Ahhh..
Cuci baju dulu deh, siapa tahu dapet inspirasi pas lagi ngucek-ngucek di kamar mandi belakang.. hehehe...
Good afternoon, everyone!