Showing posts with label feel. Show all posts
Showing posts with label feel. Show all posts
2

Are You Tired, Hm?

Women come and go in his life. Membuat bising hidupnya. Telepon yang berbunyi seolah irama yang konstan, membuat pusing kepalanya. He's just trying to be nice and I know that for sure; karena saya melihat sendiri betapa lelahnya kedua matanya yang memohon agar semua dering telepon dan SMS itu berhenti.

Sampai suatu kali dia berbisik, "C'mon..." dan berlalu menjauh hanya untuk menerima telepon demi telepon yang berdering setiap beberapa menit sekali! Ugh!

I'm in love with a guy like him. Infact, I am one of the regular caller babes in his cellphone.
Tapi melihatnya seperti itu, melihat kedua biji matanya yang tak lagi bening tapi  penuh dengan kelelahan, melihatnya harus bermanis-manis padahal sebelumnya ia mengeluh, saya tahu, dia bukan seorang lelaki yang bahagia.

Dia lelah!
Dia sangat lelah!

Setiap pahlawan butuh untuk istirahat juga. Setiap aktor butuh jeda juga. Setiap atlit sepak bola butuh waktu untuk turun minum.
Tapi dia tidak pernah berhenti.
Dua puluh empat jam sehari, tujuh hari dalam seminggu.

Berjalan seperti clock-wise.
Dan saya tahu, I think he had enough of it.

Kapan-kapan saya akan bertanya lagi kepadanya; setelah saya yakin bahwa dia tidak mengeluh lelah sesaat sebelum mengangkat telepon dari saya.
Saat saya yakin, baru saya akan bertanya: "Are you tired, hm?"

Dan saya tidak akan tawarkan apa-apa kecuali satu kalimat ini: "Istirahat, ya..."
Sambil berharap, mereka, perempuan-perempuan itu... mau mengerti.
1

when will I have my nerves to fly again?

Kemarin sore, saya menemani Bro menjemput Mbak Ira yang sejak hari Jumat kemarin, terbang ke Bali untuk mengikuti acara outting tahunan yang diselenggarakan oleh kantornya; khusus untuk karyawan berprestasi dalam lingkup seluruh Indonesia. Hebat, kan?

Sore itu, pukul empat lebih sedikit, saya sudah duduk di sebelah Bro yang mengemudikan sedan hijaunya dengan kecepatan yang cukup tinggi. Maklum, kami berdua terlambat bangun (akibat nggak pulang-pulang dari PTC beberapa jam sebelumnya! hihihi) sementara pesawat yang ditumpangi Mbak Ira seharusnya sudah mendarat pukul setengah lima. 

Belum sepuluh menit meluncur di jalan tol, tiba-tiba Mbak Ira menelepon dan bilang kalau pesawatnya masih baru akan berangkat! Hiyaaahhh!!! Akhirnya, Bro memutuskan untuk menurunkan kecepatan dan berjalan dengan kecepatan minimum di jalan tol yaitu 60km/jam. Biar nggak bengong di bandara, katanya.

*Bukannya bisa nunggu di cafe atau resto di sana, La?*
*Bisa sih... tapi kamu mau bayarin, nggak? Harganya bener-bener nggak penting, kaleeee!* :D

Pukul lima, saya sudah sampai di sana. Kami melangkah menuju tempat kedatangan domestik yang jaraknya cukup jauh dari tempat parkir mobil *heran, deh! kompak banget sih, ngambil jam penerbangan yang sama? Bandara jadi rame banget!*. Di layar monitor, belum nampak tanda-tanda pesawat terbang yang membawa penumpang dari Denpasar akan mendarat di Surabaya, sehingga saya dan Bro bener-bener mati gaya!

...walaupun akhirnya saya memaksa Bro untuk jadi fotografer dadakan dan saya jadi seorang model nggak tahu diri yang dengan narsisnya berfoto-foto ria dan cuek banget walaupun diliatin banyak orang! *untung saya cakep... jadi paling nggak, saya nggak terlalu malu deh...* :D 

Ketika saya capek jadi fotomodel dadakan, saya pun pamit Bro untuk menunggu di tempat duduk saja, daripada menemaninya berdiri di dekat exit. Biar romantis, mungkin yaa... Keluar dari pintu kaca langsung ber-dadah dan berlari memeluk istrinya.... hihihi...

Nah,
saat duduk sendirian *iya, iya, ada banyak yang lain... * saya pun iseng mengamati manusia-manusia yang berjalan hilir mudik di depan saya. Ada yang menggendong ransel, ada yang mendorong troli berisi koper dan tas, ada yang menarik koper, ada yang jalan melenggang dengan santainya diikuti oleh portir bandara..

and suddenly, saya berpikir.
"Kapan terakhir kali saya naik pesawat terbang, ya?"

Hmmm..
Saya ingat. It was late December 2006, saat saya pulang dari Jakarta, usai menghadiri pernikahan Inang, teman kantor saya di Jakarta. Meskipun berkali-kali setelah itu saya pulang pergi ke Jakarta, tapi saya memilih untuk menempuh jarak sejauh 700-an kilometer itu dengan kereta api saja, bukan dengan pesawat.

Karena mahal?
Ah, kalau urusan mahal sih bisa diatur dengan pesan tiket online jauh-jauh hari, kan?
Dan lagipula, saya bukan orang yang suka traveling dadakan. Saya malah harus mempersiapkan tiket dan hotel untuk tempat tinggal, satu bulan sebelumnya... Jadi seharusnya saya bisa sekali pesan tiket tiga bulan sebelumnya!

Lantas kenapa?

Saya masih terlalu parno dengan pesawat yang jatuh!
Pesawat yang hilang!
Pesawat yang tergelincir!
Dan semua kecelakaan pesawat yang berakibat fatal atau hanya trauma sedikit saja.

OK. I know, kalau sudah urusan maut, mau naik kereta juga bakal berurusan juga dengannya. Tapi, entah kenapa, pesawat terbang adalah satu alat transportasi yang sangat sangat membuat saya ketakutan nggak jelas!

Banyak dosa kali, La??
Hm, sepertinya sih begitu.. :(

Terus, lo nggak ngelakuin apa-apa? Tobat kek... :)
Itulah.... Mau tobat kayak gimana, tetep aja saya ketakutan! Gebleg ya? Aneh, ya? Sinting ya? Edan ya? Goblog ya?

Sore tadi saya benar-benar menghabiskan energi saya untuk mengulang terus pertanyaan itu:
"When will I have my nerves to fly again?"

Hah... kapan yaaaa... KAPAN????

*perbaiki sholat, rajin-rajin baca Al-Qur'an, sering-sering puasa, jangan ganjen sama cowok, jangan pake baju terlalu mengumbar aurat..... aduh! Jelas aja saya takut! :( *


1

A Glass of Wine

A glass of wine, right before my eyes.
But I search for a glass of water, the whole life time.

Intisari dari cerita Dee di bukunya rectoverso itu membuat saya berpikir lagi.
Ditambah pula dengan kata-kata 'Kakak' saya, Imelda, kalau ini adalah 'LALA BANGET'.
Akhirnya saya berpikir...

Apakah iya saya begitu?
Mengabaikan gelas dengan tangkai yang tinggi dan terisi penuh dengan anggur dan memilih memuaskan dahaga dengan air putih saja?

I told her, "Lucky me, karena aku nggak suka alkohol..."
And she laughed.

Tapi saya tahu, semua juga tahu, even the angels :) know...
Kalau sekarang, saya benar-benar kepingin untuk menyukai alkohol itu...
1

Bizzare Love Triangle


I hate love triangle.
Cukup dua orang saja; because three is a crowd! Sesak! 

That's why I hate being involved in a love triangle; siapa yang mau, coba? :)
Maksudnya, kalau seseorang itu sudah dekat dengan someone special, walaupun statusnya masih pedekate, saya bakal menolak untuk dekat dengan orang itu. 

One time, a good friend of mine bilang, "Janur kuning kan belum melengkung, La..."

But what if I stay, tapi ujung-ujungnya saya terluka? 
Nangis?
Kecewa?
Sedih nggak karuan?
Bukankah lebih nyaman kalau tidak perlu nyebur ke lautan yang dalamnya nggak terduga, sehingga kita bisa tahu bagaimana caranya menyelamatkan diri?

Tapi dia bilang, "Itu namanya lo naif, La... Nggak mau ambil kesempatan... Lo nggak jadi cewek bitchy, kok... Semua available kali... selama dia masih belum menikah, all men are available for you, Darling..."

Saya diam.
Dia makin nepsong aja nasehatin saya.

"La, siapa tahu malah elo yang jodoh sama dia?"

Saya masih diam.
Dia masih nepsong, pastinya.. :D

"Dan siapa tahu juga, lo yang malah mundur setelah semakin dekat sama orang itu, dan kenal betul karakternya seperti apa..."

That time, I was totally speechless....
0

when love and hate collide





You could have a change of heart, if you would only change your mind
Instead of slamming down the phone girl, for the hundredth time
I got your number on my wall, but I ain't gonna make that call
When divided we stand baby, united we fall

Got the time got a chance gonna make it
Got my hands on your heart gonna take it
All I know I can't fight this flame
You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I'm crazy 'bout you baby, time after time

Without you
One night alone Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide

I don't wanna fight no more, I don't know what we're fighting for
When we treat each other baby, like an act of war
I could tell a million lies and it would come as no surprise
When the truth is like a stranger, hits you right between the eyes

There's a time and a place and a reason
And I know I got a love to believe in
All I know got to win this time

[Repeat Chorus]

[SOLO]

You could have a change of heart, if you would only change your mind
Cause I'm crazy 'bout you baby...Crazy...Crazy

Without you
One night alone
Is like a year without you baby
Do you have a heart of stone
Without you
One night alone
Is like a year without you baby
If you have a heart at all
Without you
Can't stop the hurt inside
When love and hate collide
0

Sleepless Nites


I'm not being myself, lately.
I am changed into someone that I really hate.
I became totally bitchy over ridiculous things.
I am not happy.

Jauh dari bahagia...

Then I decided to look back in the past few weeks. 
Betapa saya telah berubah menjadi semacam vampir *iya, but the beautiful one.. hehe* yang menganggap siang adalah malam dan malam adalah siang.

No offense buat yang hobi begadang, ya..
Karena buat seorang yang biasanya paling telat tidur jam 12 malem everynite, sekarang baru bisa memejamkan mata pukul setengah empat pagi. Setiap hari! Dan musti bangun sejam berikutnya buat ngantor... 

KURANG KERJAAN BANGET, KAN????

Apa yang saya lakukan?
Nulis.
Utak atik widget blog.
Nulis lagi.
Ganti widget dan theme lagi.
Sampai bego.
Sampai mata saya cekung-kung-kung-kung!!!!

Oh my!!!!
Gue bisa jadi kurus kalo terus-terusan begini!! *ups, bukannya itu mau elo, Boss? wekekeke*

So I decided to change...So I decided to sleep earlier...
Dan dimulai malam ini aja.

Jangan ganggu saya dengan telepon2 dan SMS2 bawelmu itu ya? (emang ada? hihihi)
Jangan pula iseng negur saya di YM karena saya ngg
ak bakalan nyapa balik (lha, udah ngorok, kan!! hehe... lagian, emanga ada? hehe)

Oh ya.
Jangan ganggu tidur-tidur saya besok-besoknya lagi, okay?
Sumpah. 
Saya bener-bener masih kepingin jadi perempuan cantik 
dengan mata super fresh di pagi harinya...
dan bukan perempuan yang ngantuk seperti ini...



Nggak ada cakep-cakepnya kan?
Bener kan?
Jelek kan?
Matanya cekung, kan?

Apa? Cakep? Kayak Demi Moore? 
Sumpeh lo???

Wakakaka... edan nih saya
musti segera tidur kayaknya!

bye everyone..!


psssttt.... Iya, iya.. ngaku.. saya cuman pamer photo!! wekekekeke...


0

Ugh Yeah!

I saw my books this afternoon, di sebuah toko buku di dalam sebuah Mal besar di Surabaya, berjajar berdampingan dengan buku-buku Dewi Lestari yang super famous itu, di rak paling atas buku-buku Sastra Indonesia, dan tertata rapi di sana...


And I just said:
UGH, YEAH!

oh, nggak sekedar UGH YEAH aja, sih... tapi langsung girang nggak jelas gitu deh! wekekeke....
2

It's finally over...

Tiba-tiba saya merasa sangat tolol.
Merasa sangat bodoh, goblog, dan segala jenis sifat yang sederajat.

Detik ini juga, saya pingin semuanya selesai saja.
Semua rasa yang dulu pernah bermain-main di dalam hati saya.

Sudah.
Cukup.
Selesai.

This game...
is finally over.





When you were here before
Couldn't look you in the eye
You're just like an angel
Your skin makes me cry
You float like a feather
In a beautiful world
And I wish I was special
You're so fuckin' special

But I'm a creep, I'm a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don't belong here.

I don't care if it hurts
I want to have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice
When I'm not around
You're so fuckin' special
I wish I was special

But I'm a creep, I'm a weirdo.
What the hell am I doing here?
I don't belong here.

She's running out again,
She's running out
She's run run run running out...

Whatever makes you happy
Whatever you want
You're so fuckin' special
I wish I was special...

But I'm a creep, I'm a weirdo,
What the hell am I doing here?
I don't belong here.
I don't belong here.
(Creep -- Radiohead)
0

suddenly empty

I'm suddenly empty.
Kosong saja.
Hampa saja.
Tidak terdengar apa-apa,
kecuali isak suara tangis saya sendiri...





Tried to take a picture
Of love
Didn't think I'd miss her
That much
I want to fill this new frame
But its empty

Tried to write a letter
In ink
Its been getting better
I think
I got a piece of paper
But its empty
Its empty

Maybe we're trying
Trying too hard
Maybe we're torn apart
Maybe the timing
Is beating our hearts
We're empty

And I've even wondered
If we
Should be getting under
These sheets
We could lie in this bed
But its empty
Its empty

Maybe we're trying
Trying too hard
Maybe we're torn apart
Maybe the timing
Is beating our hearts
We're empty

Oh oh
Oh oh
Oooooh
Oh oh
Oh oh

Maybe we're trying
Trying too hard
Maybe we're torn apart
Maybe the timing
Is beating our hearts
We're empty

We're empty
We're empty
0

GA SEGITUNYA, KALEEE....

Untuk pertama kalinya, after one whole damn year I've spent on cursing him to go to hell.. :)
Just about five minutes ago, saya bertamu di 'rumahnya'; kamu tahu nggak sih kalau membuka lembar friendster-nya adalah one of my greatest fear? Karena ujung-ujungnya saya bakal nangis, inget dia lagi, marah-marah nggak penting, lalu dendam membara kayak Mantili di Saur Sepuh (hehehe, ketauan nih betapa jadulnya dirikuh.. )

Sungguh,
perjuangan banget untuk berani masuk ke dalam rumahnya. Takut pada kenyataan bahwa he's okay, he's with someone else, dan sudah nggak peduli sama saya (emang kapan dia pernah peduli, yah? hehe)

But, hey...
Entah kenapa tadi saya malah mikir, "It's now or never. Mau sampai kapan lo lari, La? So what kalau dia baik-baik aja? So what kalau dia pacaran sana sini? So what kalau pacarnya jauh lebih cakep dari elo?"

...ketakutan itu harus dihadapi, otherwise, kamu akan merasa ketakutan terus sepanjang hidupmu...

Lime menit yang lalu, I faced my dead or alive situation! Haha... hiperbolis, ya? In fact, it was totally frightening at first. Bayangkan, in one click mouse away, akan terbangun jembatan antara saya sekarang... dan saya di masa lalu...

Should I even build the brigde to connect with my past?
Or should I just wait in the other but keep on asking the same question again and again.. keep having the same feeling again and again...?

Tidak bisa tidak.
Saya harus melakukannya.

I clicked my mouse. Slowly enough, seperti berusaha untuk tidak membangunkannya... :)
Menatap tenang sebuah layar yang memuat wajahnya...
Dan...

Ya. I saw the whole bunch of pictures... perempuan yang sama... dalam berbagai gaya... *I don't know, is she a model or something, but she's beautiful indeed*

Dan kamu tahu?

I WAS LAUGHING OUT LOUD!!!

Kenapa, La? Lo bilang ceweknya cakep... kok malah ketawa? Apa ternyata dia banci, gitu? :D

Hihihi.. jahat euy... Saya tadi ketawa... karena saya menertawakan diri saya sendiri. Segalanya seolah berkelebat seperti slide yang tampil bergantian di layar projector. Tangisan saya... Pertengkaran saya dengan Pacar *okay, mantan* karena saya masih memikirkan dia... Atau tiba-tiba merasa kangen luar biasa sama seseorang yang sudah menyakiti saya... (sehingga saya menganggap diri saya pantas masuk MURI karena keanehan saya ini! Haha!)

Jadi ketakutan saya yang nggak penting itu cuman segini nih?
Kesedihan saya yang over dossage itu cuman segini nih?

Kenapa saya cuek aja melihat dia udah moved on? Kenapa rasa cemburu itu nggak ada sama sekali ya?

Gila, kan?
Seseorang yang saya pikir telah menginspirasi segala luka yang pernah ada dan masih membekas sampai sekarang, ternyata... GA SEGITUNYA KALEEE....

wakakaka...

*Sumpah, sampai sekarang saya masih mikir: what took me so long to get here? Saya kemana aja, sih? Kok butuh setahun buat tertawa seperti ini... But still, it felt nice to laugh at my own silly stupid mistakes... *





Lyrics | Rihanna lyrics - Take A Bow lyrics
0

Insanity

Pernah merasa ini:

waiting for someone's calls... news... wondering whether he/she's okay... so afraid that something might had happened...

but then that someone's giving you the short notice,
and somehow, it doesn't please you at all?

Pernah akhirnya merasa:

why do I even bother to worry? to think? to spend my time wondering around like crazy?
when at the same time, that someone just laughs at you and thinks that you are overreacted.
Sehingga membuat kamu merasa menyesal telah menunggu kabar darinya?
and wish that: ngapain sih ngabarin? ngapain sih nelepon? ngapain sih ngasih tau? Kalau akhirnya cuman bikin kesel.......

This is my lifetime insanity.
Dan saya belum tahu, rumah rehab mana yang bisa menyembuhkannya....
0

Just Me. Just Him. And Frank Sinatra

(please click the song first before reading this)




Moon River; boleh dibilang ini adalah lagu paling kesayangan saya... dari semua lagu ever made so far, dan saya pikir akan sulit tergantikan oleh lagu apapun. Lagu yang dikenalkan oleh Mami ketika masa kanak-kanak saya yang lebih dua puluhan tahun kemarin. I still remember how she sang the song with her soft voice and the face that I will never forget. She sang it with her heart and I could see how magical a song could be... karena saya melihat keajaiban itu ketika Mami menyanyikannya...

Sampai sekarang, lagu ini tak pernah bisa tergeser dari dalam hati saya. Liriknya yang saya hafal di luar kepala... suara Frank Sinatra yang membuat saya jatuh cinta pada lelaki bersuara berat dan khas ini... dan bagaimana melodi itu membuat kaki saya ingin segera bergerak... memutari lantai.... berdansa.... Ya. Berdansa.

I picture myself dancing with the man who offers me a ring and asks me to live in his life forever. I imagine how wonderful to dance with the man I really love... dengan lagu Moon River... lalu kami saling memeluk dan berdansa... tanpa suara... tanpa kata-kata... memejamkan mata dan menikmati setiap melodi indah yang tercipta... saling merasakan hembusan nafas yang sahut menyahut.. juga getaran di dada yang seolah berirama...

Kami berdansa dan terus berdansa...
Dalam sunyi.
Dalam sepi.
Dan tak ada siapapun di sana.

Just me.
Just him.
Just us.
And Frank Sinatra.


*ditulis sambil mendengarkan Moon River, sambil melamunkan sebuah wajah yang serupa bayangan, dan tak terasa... kedua mata saya berkaca-kaca.....*


1

Stay. Leave. Live. What's your call, hm?

Do you ever have a feeling that you wanted to go but you were so afraid to do so?

Seolah berharap pada keajaiban untuk mengetuk pintu dan berkata, "Hey, bahagia ini milikmu aja... jadi nikmati tanpa takut ada yang mengganggu, ya..."

When I know magic moments are rare.
When I know magic moments don't come as often as silly moments, my silly moments.

So, what's the point?
Masih berharap pada bintang jatuh? Don't they have some kind of guidance to help them from falling over and over again to the earth? :)

Masih berharap pada keajaiban yang memang hanya terjadi ketika kita least expect it? When we spend most of the time expecting things to happen...

Duh, duh.. ceracau yang nggak penting, di pukul satu pagi, yang tanpa niat apapun, tapi nggak bisa beranjak dari depan laptop dan memilih untuk menutup layarnya. Damn! Kenapa pikiran saya jadi nggak jelas begini ya?

*You! Yeah you! I'm talking about you! Bayangan nyebelin itu!*

Sometimes... okay, most of the times, saya berpikir ini.
Should I stay... dengan kenyataan bahwa someday, bisa jadi saya sangat sangat menyesal.
Should I leave... dengan probabilitas bahwa someday, saya bisa sangat bahagia.
Should I just live the moment... kunyah perlahan, resapi sampai kenyang, nangis kalau butuh, ketawa kalau emang pingin ketawa...

I should live the moment, adalah pilihan yang tepat dan rasional, tapi bukan menjadi option ketika pagi ini tiba-tiba saya benci sekali dengan diri saya sendiri.

I'm almost 29 and I'm confused.
Help!
0

What a Complete Life

One time, seorang teman pernah bertanya ini:
"Eh, La.. gua kasih pertanyaan, terus ntar lo jawab ya..."
"Dapet hadiah?"

"Lo kata gua Tantowi Yahya?"

"Ya, kali..."
Setelah menunggu saya nyengir kuda sampai bermenit-menit *lebay.com*, akhirnya dia nanya juga.
"Jadi gini, menurut elo nih, La.. lo lebih deket sama siapa: sahabat lo apa temen kantor?"
"Mmm.. sahabat gua lah..."
"Salah."
"Lah? Salah gimana? Lo ini aneh. Nanya-nanya
tentang gua, terus gua jawab, eh malah dibilang salah."
"Ya salah, Neng...."

"Idih." "Udah, jangan sewot dulu. Gini, gini... menurut gua, ya, La... yang lebih deket sama elo, pastinya, bukan sahabat elo... tapi temen-temen kantor..."
"Hmmm..."
"Karena elo kan spent almost all day sama mereka, kan? Yang tiap hari lo ajak cekakak cekikik... tiap hari barengan makan siang... Paling lo ketemuan sama sahabat-sahabat lo cuman weekend doang, kan?"
Saya nggak pernah menyadari bahwa memang teman-teman di kantor-lah yang paling dekat dalam kehidupan saya, sampai di malam itu, ketika saya berpisah dengan teman saya usai makan di food court sebuah mal.

Iya... benar juga ya.. Yang tahu jerohan saya.. pastinya Bunda Beatrix, Senior Secretary yang duduk di samping pak kusir.. eh.. saya setiap hari. Yang tahu gimana cengengnya Lala, excitednya Lala, geblegnya Lala, jahatnya Lala, emosionalnya Lala... ya beliau ini! Saya menghabiskan 5 hari dalam seminggu, dari pukul setengah sembilan sampai setengah enam sore... dan beliau inilah yang menjadi saksi hidup betapa begajulan-nya seorang Lala Purwono.. iya, saya! :)


OK, Bunda memang dekat dengan saya karena p
ekerjaan kami yang sama... tapi saya juga dekat dengan seorang teman yang lain, yang dekat karena saya sepikiran, sepaham, hampir seumuran (dia lebih muda), dan punya kesamaan: sama-sama suka nyanyi (malah pernah ikutan audisi Idol segala terus nggak lolos bareng2.. wakakakaka)

Paulus.. iya, nama temen saya itu.. selalu menjadi partner saya saat pergi ke NAV karaoke, hangout di Grazia after office hours, bahkan ikut les EF barengan (dibayarin kantor). Curhat-curhatan soal guys and girls... saya nanya pendapatnya soal cowok.. demikian pula sebaliknya.. Dua tahun yang lalu, sempat punya pikiran untuk nulis novel bareng tapi sampai sekarang nggak pernah terwujud saking bawelnya kami berdua.. hihihi..


Oh ya, selain teman berbagi cerita, Paulus juga saya jadikan sebagai manequin hidup saya. Apa maksudnya? Hm.. jadi gini, karena saya ini sok ngerasa ahli dalam bidang fashion nih, saya sering mendandani cara berpakaiannya.... Alhasil... Ulang tahun kemarin, saya membelikan dia dasi dan vest rajutan... yang hari ini dia pakai (minus vest-nya, plus kemeja yang setahun kemarin saya belikan buat dia)... dan bikin saya terharu.... :)

You have no idea how it makes me feel...
Being surrounded by people who care and I really care about....

I'm home, with my lovely bro and his wife...
I'm having fun with GangGila...
and I have my best buddies at the office who I can talk to and share my feelings.

Oh ya...
I have you, too.. Friends I've met through technology!
what a complete life, don't you think? :)

Well... apa lagi yang membuat saya berpikir merasa sebagai makhluk paling menderita sedunia kalau saya memiliki apa yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain, kan....
0

til further notice

Modem saya ngambek.
IM2 saya juga.

Dari kemarin sore saya dimusuhin pacar-pacar saya itu dan membuat saya bertanya-tanya:
"WHY GOD, WHY ME? WHY NOW?"
*lebay.com* hihihi...

Yang pasti, pagi ini saya dateng ke kantor dengan tampang kusut walaupun tetep cakep. Hehe... Langsung naruh laptop di meja dan kabur ke ruang IT buat posting sebelum temen IT saya itu dateng.. haha... bener-bener berasa seperti maling deh, pagi ini. Or, seperti orang yang selingkuh, terus ketauan, dan lari lewat pintu belakang!

Cuman..
Ada hikmahnya juga sih kenapa modem saya mendadak gondok gitu.

Kamu tahu apa?

Well, karena pagi ini saya memang bakal direpotkan dengan banyak reports yang musti kelar by noon.

Juga..

Saya kan lagi punya hasrat untuk menulis satu novel yang musti kelar dalam satu bulan ini...

Jadi mungkin nih, saking cintanya sama saya, si Modem memutuskan untuk gondok demi kebaikan saya sendiri.. *aduh, Modem.. I love you even more deh.. * So then I will have more time to write and write...


Hm,
don't you just love how life surprises you, every day?
don't you just love to figure out the lessons you're going to learn in simple things that happen in your life?


Saya sih, sukaaaaa banget.
Menganggapnya sebagai clue or sign to make me a better person, every day.


Jadi, nih..
Saya bakal hiatus in further notice, yah... (sampai tiba-tiba nggak mood nulis lagi atau kegirangan karena modem berbaik hati lagi sama saya... hehe)

I think, I'll spend my time on working my novel project.

So,
bye for now..
hope to see you soon!

Kiss and hug,
LALA
1

while on my way...

Tadi pagi, turun dari sedan hijau Bro dan melangkahkan kaki ke kantor. Entah kenapa, all the sudden, saya kehilangan seluruh energi untuk tersenyum dan merasa kedua mata saya panas. Sungguh, saya nggak tahu kenapa. Sungguh, saya nggak mengerti juga kenapa tiba-tiba sebuah rasa yang sudah sangat lama tak terasa, pagi ini seperti mengejek saya.

Iya.
Made fun on me.
Made jokes about the fact that I am still having this thought for a guy... okay, not just a guy, but a total bastard, who came in to my life and ruined everything.

Sungguh, bukan kemauan saya untuk terus mengingat dia.
Sungguh, bukan pula saya menginginkan dia untuk terus mengacak-acak pikiran saya dan membuat saya tak kunjung berhenti memakinya, menghadiahinya sumpah serapah dalam hati, dan mengutuknya kalau bisa.

Saya benar-benar ingin melemparkan dia, keluar dari dalam hati saya.
Karena while I'm on my way to the office,
di antara langkah-langkah kaki yang seolah tak berenergi..

I just miss him.
merindukan dia yang setahun kemarin membuat saya bahagia...

(damn you, Fe! I hate you for messing my life and not giving me your goodbye!)
0

Lifetime Addiction

Saat saya bicara soal adiksi saya terhadap same flavor of cappucino, or how addicted I am with some several songs... dan banyak hal lain yang membuat saya sempat berpikir: Gua ini mencandu terlalu hebat, atau emang dasarnya weirdo?

Titi, sahabat saya, bilang, "Ah ini bukan addiction... it's just consistency."

OK. Konsisten.
Tapi tiba-tiba di kesempatan yang lain, dia malah cerita tentang Ray, seseorang di masa lalu saya, my highschool sweetheart, yang dia sebut sebagai: your lifetime addiction.

Alias: adiksi seumur hidup.

Huah... serem banget ya?
Tapi hmm....
saya rasa sih, when it comes to Ray and my feelings for him in the past, ini tidak ada sangkut pautnya dengan kecanduan atau konsistensi. Kamu tahu apa yang paling tepat? Namanya: penasaran!
Iya. PENASARAN!

Kabarnya gimana...
Sudah kayak apa sekarang...
Akhirnya rela jadi suami perempuan mana...
Kenapa dia milih perempuan itu...
Dulu nyadar nggak kalau saya ini seneng banget sama dia...
Dulu ngerti nggak kalau saya malu-malu nggak jelas itu karena saya madly in love about him!

Just that feeling.
Bukan adiksi. Bukan konsistensi.
Tapi rasa penasaran...

well... mungkin titi benar.
It's an addiction; sebuah adiksi untuk mengetahui where he is now and what would life be if I met him again... :)

(hey, Ray! Bersahabat dengan internet dong, biar aku bisa dengan mudahnya nyariin kamu... hehe)
0

Being Home!

Don't you just love being home?
Being at your own room; yang meskipun kayak kapal pecah, yang baju berserakan di mana-mana, terus banyak kabel-kabel yang terjulur di lantai *hidih, jorok amat sih lo, La! hehe*, tapi tetap saja.. it's your own room, it's your own bed, tempat kamu biasa menghabiskan waktu... every day!

Ah..
Don't mind what I've said kalau kamu masih saja sibuk mencari-cari 'home' atau apalah namanya.
Don't mind what I've said kalau kamu masih belum mendefinisikan what a home and how it could be called as home.

Don't mind every thing that I would like to say, ya..

Karena kamu tahu kenapa?
I JUST LOVE BEING HOME... AGAIN!

Setelah perjalanan panjang yang sangat melelahkan... he-eh, yang ke Jogja itu lho... it just feels great to live and breath in my home sweet home.. tempat melepas lelah tiap harinya itu.. tempat saya bertukar cerita dengan Bro.. tempat saya berebut kamar mandi dengan kakak ipar saya.. tempat saya diem-diem menggoreng chicken nugget milik mereka karena saya kelaparan! :D

I'm glad, I'm home.
It ain't heaven, I know.
But for my super tired body tonite, it feels... just like it :)

*siap-siap mandi, lalu ngeblog lagi... hehehehe*
0

fireworks outside the window

I really had no idea; it was already midnite atau cuman sekedar kerjaan iseng-isengan manusia-manusia yang hidup di kompleks perumahan tempat saya tinggal (gua hajar aja kalau iseng! hehe). Yang saya tahu, saya terbangun karena mendengar suara berisik dari luar jendela. Mirip tentara latihan perang! :D

Ketika melihat jam di ponsel, saya baru sadar.. yeah, sudah midnite, pantesan... sudah ganti tahun, sudah ganti kalender... Udah 2009 (hm, nggak ada yang beda, nih.. kirain saya bakal berubah jadi seperti Cinderella persis jam 12 malem.. ternyata saya masih secakep Snow White.. hihihihi...

Bunyi fireworks yang bising membuat saya terbangun lalu mengintip keindahan buatan itu dari balik jendela. Sambil berjaga-jaga mirip tentara perang; tau ga sih.. ada bangkai-bangkai kembang api yang berjatuhan di atap rumah saya! Can't you imagine gimana perasaan saya? Was-was campur seneng karena bisa melihat fireworks sebegitu dekat? (hey, saya ini nggak pernah liat fireworks secara live lho! Sumprit!)

So, yeah..
I saw the fireworks,
outside my window's glass.
And I asked myself again and again...

"So, now, what?"
"Another book?"
"Another brokenhearts?"
"Another stupid things?"

I just stood silent. Membiarkan mata menikmati keindahan fireworks dari balik jendela.
Sudah.
Begitu saja.
Tahun baru 2009 yang terasa tidak banyak bedanya ketimbang tadi saat saya tidur untuk menabung energi buat melekan ke Jogja dua jam lagi... :)

(eh, memang nggak ada yang berubah di awal tahun 2009 ini... kecuali , mmm... rambut saya.. hehehe)


...and... narsis saya yang semakin bertumbuh dengan bergulirnya waktu! wekekeke...

1

Just Another Guy




Lyrics | Natalie Imbruglia lyrics - Torn lyrics


Pernah nggak sih kamu merasakan seperti itu? The man you always think that he's something else. Yang terlihat istimewa dan begitu attractive di mata kamu, yang memberikan perhatian seolah kamu adalah Ratu dan Kembang dalam hidupnya, yang merindukan suaramu dan celotehan-celotehan nggak pentingmu... and all of the sudden you realize, that he's just being nice? He's just another guy, who simply acts like a super hero, but the only power he has is breaking your heart?

Dan apa yang kamu lakukan ketika itu terjadi; when you think that he's a special someone?
Apa yang kamu rasakan ketika itu terjadi; when you lose all the confidence you have that maybe he has some sort of feelings for you?
And what name should you give to a man like him?
Heartbreaker? Sweet Lips? Or another typical of a guy that says he runs the world? *lebay? hmm... let it be...*

Buat saya, lelaki seperti itu...
adalah just another common guy, who came knocking into my life and broke my self defense.. (got to tell you, damn it sucks!)
adalah just another common guy, who thinks that he has captured me, like any other girls..

He's just an ordinary guy,
yang saya pikir berbeda... tapi ternyata sama saja.

I know I fell for him, once.
I know I missed him, once.
I know I daydreamed of him, once.

But just that once.
Karena sekarang...
he is no longer something.
He is just..
another guy.
Dan tidak akan menjadi siapa-siapa...... period.