Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts
3

Chubby!

What is it with Chubby lovers?

Pertanyaan itu sempat terbayang-bayang di dalam isi kepala saya ketika mengetahui kalau beberapa teman lelaki saya sangat 'kecanduan' dengan perempuan-perempuan bertubuh extra large alias super chubby!

Ini jelas mencengangkan, karena setahu saya, di dalam pikiran lelaki, women are supposed to be sexy, with big boobs, pinggang yang ramping, kaki yang jenjang, dan wajah yang cantik. Malah, beberapa kesan yang saya dapat adalah, biarpun cakepnya kayak apa, tapi kalau sudah 'montog', 'padat karya', and too much 'love handle', mereka jadi mundur teratur.

Dan... saya KELIRU!

Not everyone adores goddess with big boobs, pinggang espanyola, kaki yang seksi panjang, dan wajah yang tirus dengan tulang tinggi yang memesona. Tidak semua lelaki langsung ngiler dan hatinya rontok karena melihat pemandangan seperti itu. Oooookkay. Mereka tetap ngiler, tetap deg-degan horny *aih, bahasakuuuhhhh*, tetep nggak bisa melepaskan pandangan dari sosok yang melenggang begitu seksinya di depan mereka, tapi one thing for sure, mereka justru memilih perempuan-perempuan yang bertubuh montog, 'padat karya' dan berpipi chubby!

What the hell is wrong with them??? Kenapa mereka justru lebih tergila-gila dengan perempuan yang mungkin jauh dari kesan seksi, seperti pandangan umum dimana seksi adalah tubuh ala gitar Spanyol?

"Aduh, La. Aku juga nggak tau kenapa bisa suka sama perempuan-perempuan yang chubby. I think.. mereka sangat seksi!" kata seorang teman yang selalu berpacaran dengan perempuan-perempuan bertubuh XL.

"Nggemesin kali, ya, La... Mungkin karena mereka enak dipeluk-peluk, bukan berasa tulang berbungkus kulit doang, jadi lebih nyaman aja..." kata teman yang lain sambil terkikik geli.

Ujung-ujungnya memang cuman satu hal.

"Kalau sudah soal hati, La, what else can I say? Reaksi kimia itu nggak bisa dikendalikan. Dan mungkin, hormonku baru bisa bekerja hanya untuk cewek-cewek ukuran XL doang! Who knows?"

Ya.
Chemistry. Memangnya bisa kita kendalikan? Ini adalah reaksi yang terjadi dengan sendirinya, yang spontan, yang cuman Tuhan saja yang tahu kenapa bisa terasa getaran serupa gesekan sayap kupu-kupu di atas perut setiap kali kita melihat seorang lawan jenis di depan mata. Atau, setiap dekat dengan perempuan atau lelaki pujaan, yang mungkin far below our standard, not our type, bukan selera masyarakat pada umumnya, tapi gesekan sayap kupu-kupu itu terasa dengan sangat hebatnya.

It's just a matter of what your heart tells you, kan? Mau kemudian suka yang ukuran XL atau XS, kalau udah masalah hati, you just follow your heart.

Saya pun akhirnya mengerti kenapa beberapa kawan saya begitu tergila-gila dengan perempuan yang ukurannya XL atau lebih dari itu (at some point, saya lega sekali, karena sekalipun badan saya nggak langsing, saya masih punya kans untuk bertarung dalam arena perjodohan! haha... lebay banget, deh!). Saya pun akhirnya mengerti kalau pada akhirnya, ini adalah masalah hati dan masalah selera saja.

Sama seperti saya yang, tanpa alasan, sangat menyukai lelaki-lelaki dengan janggut yang lupa tercukur sehingga membuatnya nampak sangat jantan.
Sama seperti saya yang, tanpa alasan, sangat jatuh cinta sekali dengan lelaki-lelaki yang tidak berpenampilan metroseksual, tapi terkesan cuek sekalipun wajib hukumnya untuk selalu wangi.
Dan sama seperti saya saat ini, yang tanpa alasan jelas, malah jadi inngggiiin sekali memiliki kekasih yang bertubuh chubby dan tinggi.

And in the end, saya ngerasa malu sendiri karena sempat merasa heran dengan teman-teman yang selalu ngerasa jantungnya berdebar setiap bertemu dengan perempuan-perempuan bertubuh XL atau lebih.

Mengapa begitu?

Because somehow, itu artinya saya harus siap-siap ditanya, "Kenapa sekarang elu mendadak pingin punya pacar gendut dan berewokan?"
Percayalah, saya nggak punya jawabannya.

Dan, bisa nggak, sih, kamu berhenti bawelin saya dengan pertanyaan nggak penting macem itu??? Suka-suka saya dong.. Mau gendut kek, kek. Berewokan, kek. Nggak rapih, kek. Bodo! Yang pentin gue cinta, wekkk... Bawel amat!

*Yeee... gue kan bales nanya, Laaaa.... Kenapa situ malah nyolot sih?*

Hehehe.
Iya juga sih... Kenapa saya malah nyolot, ya? ck-ck-ck... ^_^

***

Depan televisi, Senin, 24 Agustus 2009, 12.06 Pagi
Masih belum ngantuk dan nulis sekenanya aja :D


1

Super Secret Boyfriend

Do you ever have a secret boyfriend?
Okay, sebaiknya saya bicara secara general saja. Do anyone of you have secret boyfriends/girlfriends? Kekasih yang sangat kamu cintai setengah mati tapi kamu nggak bisa mengungkapkannya ke seluruh penjuru dunia dengan alasan yang sangat spesifik? Bisa jadi karena:
...ow, he or she's actually not my type. Far below my type... but I love her/him!
... um, dia beda status sosial. He/she's not the kind of boyfriend/girlfriend that will steal my mother's heart away..
... although I like her/him very much, tapi tetap saja... pekerjaannya yang cuman pegawai rendahan sepertinya nggak cocok dengan level director, pekerjaanku yang sekarang... *biasanya sih ini perempuan*
Dan mungkin... ini...
Dia itu pacar orang laen!
atau...
suami/istri orang laen!

Beberapa teman saya pernah memiliki pacar rahasianya. Dengan alasan yang sungguh spesifik.

Seorang teman berpacaran dengan seorang lelaki yang usianya jauuuuuhhh di bawa usianya. Beberapa kali saat saya ingin berkenalan dengan lelaki manis di usia awal dua puluh itu, dia bilang, "Gue malu, Jeung!" Ya. Karena he's too young dan buat kawan saya, "Kayaknya gue belum bisa kenal-kenalin dia ke kalian deh..."

Lalu ada teman yang lain, yang berpacaran dengan perempuan yang tidak selevel dengan dirinya. Maksud saya, "Dia tuh cuman SPG biasa, La..." SO WHAT? "Lo kan tau karir gue kayak apa, La... kesannya gimanaaaa gitu kalau gue pacaran sama SPG..." Yeah, yeah. SO WHAT?

Dan seorang kawan lain yang berpacaran dengan suami orang. Hebatnya, ini sudah tahun yang kedua, kali. Pas saya nanya kenapa dia nggak meninggalkan kekasihnya yang notabene masih berstatus suami orang dan belum ada niatan untuk cerai dari istrinya, dia malah bilang, "You have no idea to be me, La. He's gorgeous. And I love him so much!"

Banyak alasan yang kemudian membuat mereka memiliki pacar-pacar rahasia; yang mereka pacarin di saat-saat tertentu, yang mereka gandeng di momen-momen yang sangat spesial (baca=ketika tidak ada orang yang peduli dengan status), yang mereka temui..secretly.

It got me thinking, why do they even bother to have a relationship when they're afraid that everyone will find out?
Kenapa juga harus susah-susah menjalin hubungan dengan seseorang, not just physically, but also emotionally, kalau kemudian hubungan itu harus disimpan rapat-rapat dan mungkin.. umm.. going nowhere?
Kenapa juga harus berpacaran kalau merasa malu?
Kenapa juga harus berpacaran kalau harus sembunyi-sembunyi?

Sampai akhirnya saya berhenti bertanya, because soon afterward, I realize and know the exact answer to those questions.

Why do they even bother to do that?
Because one thing for sure, a relationship is too personal.
Sangat, sangat personal.
Hanya melibatkan dua hati; lelaki dan perempuan. Lingkungan memang sangat berarti; keluarga, teman, tetangga, rekan kerja, SEMUANYA adalah sangat berarti. Remember, kita adalah makhluk sosial yang at some point, we do NEED each other.
Tapi pada intinya, pada akhirnya, yang terpenting adalah dua hati itu sendiri. Environment maybe is important, tapi kalau dua hati itu sudah keukeuh sumerekeuh dan solid, saya rasa, hubungan itu bisa berjalan dengan baik.

Jadi, bodo amat apa yang dibilang oleh bisik-bisik tetangga. Yang penting, mereka bahagia...

Hah? Semudah itu? Sesederhana itu?

Ya. Sesederhana itu.
Memangnya sejak kapan cinta bisa dianalisa? Sejak kapan cinta bisa dilogika dengan baik dan benar? It's a matter of what your heart says, jadi logika susah sekali untuk diajak kompromi, kan?

Jadi, kembali ke soal topik "SUPER SECRET BOYFRIEND/GIRLFRIEND". Rasanya sah-sah saja kalau mereka mau get through all the troubles just to keep their relationship from being noticed by everyone else. Afterall, who am I to judge their choices? Saya cuman teman mereka yang tetap akan menajamkan telinga kelak kalau mereka ingin curhat, atau malah meminjamkan bahu saat mereka butuh shouldier to cry on...

Dan satu hal lagi... saya pun pernah punya Super Secret Boyfriend, yang tidak akan pernah saya bagi sama kamu, NOT EVER :)
Apapun alasan kenapa saya tidak ingin membaginya sama kamu semua,
tapi satu hal yang pasti...
I loved him so much. VERY MUCH.
Dan percayalah, until today, it was the best relationship I had so far in my life...

***

Depan televisi, Minggu, 23 Agustus 2009, 11.12 Malam




2

Are You Tired, Hm?

Women come and go in his life. Membuat bising hidupnya. Telepon yang berbunyi seolah irama yang konstan, membuat pusing kepalanya. He's just trying to be nice and I know that for sure; karena saya melihat sendiri betapa lelahnya kedua matanya yang memohon agar semua dering telepon dan SMS itu berhenti.

Sampai suatu kali dia berbisik, "C'mon..." dan berlalu menjauh hanya untuk menerima telepon demi telepon yang berdering setiap beberapa menit sekali! Ugh!

I'm in love with a guy like him. Infact, I am one of the regular caller babes in his cellphone.
Tapi melihatnya seperti itu, melihat kedua biji matanya yang tak lagi bening tapi  penuh dengan kelelahan, melihatnya harus bermanis-manis padahal sebelumnya ia mengeluh, saya tahu, dia bukan seorang lelaki yang bahagia.

Dia lelah!
Dia sangat lelah!

Setiap pahlawan butuh untuk istirahat juga. Setiap aktor butuh jeda juga. Setiap atlit sepak bola butuh waktu untuk turun minum.
Tapi dia tidak pernah berhenti.
Dua puluh empat jam sehari, tujuh hari dalam seminggu.

Berjalan seperti clock-wise.
Dan saya tahu, I think he had enough of it.

Kapan-kapan saya akan bertanya lagi kepadanya; setelah saya yakin bahwa dia tidak mengeluh lelah sesaat sebelum mengangkat telepon dari saya.
Saat saya yakin, baru saya akan bertanya: "Are you tired, hm?"

Dan saya tidak akan tawarkan apa-apa kecuali satu kalimat ini: "Istirahat, ya..."
Sambil berharap, mereka, perempuan-perempuan itu... mau mengerti.
1

What if Prince Charming Had Never Showed Up?

I'll write something more about this,
tapi saya mo culik quote manis ini, sekarang...


"What if Prince Charming had never showed up? 
Would Snow White have slept in that glass coffin forever?
Or would she have eventually woken up, spit out the apple, gotten a job, a health-care package, and a baby from her local neighbourhood sperm bank?
I couldn't help but wonder:
inside every confident, driven single woman, is there a deliver, fragile princess just waiting to be saved?"

Hmm... keren nggak sih????
Dalem nggak sih???
Ah, ntar saya cerita lebih dalem lagi ah... biar seru... eheheheh
0

let's keep it simple!

re-post from my old writings


Kenapa kita jatuh cinta dengan seseorang dan kenapa orang lain mencintai kita, menganggap kita adalah pilihannya yang terbaik? Pernahkah terpikir bahwa ada kemungkinan dia atau kita jatuh cinta karena alasan-alasan sederhana yang dia atau kita lakukan? Alasan-alasan sederhana yang akan membuat kita tersenyum-senyum sendiri saat mendengarnya.. atau membuatnya tersenyum saat kita mengatakannya?

Seperti yang diucapkan oleh Harry Burns pada Sally Albright, di dalam film fenomenal, When Harry Met Sally, berikut ini:

I love that you get cold when it’s 71 degrees out. I love that it takes you an hour and a half to order a sandwich. I love that you get a little crinkle above your nose when you’re looking at me like I’m nuts. I love that after I spend the day with you, I can still smell your perfume on my clothes. And I love that you are the last person I want to talk to before I go to sleep at night. And it’s not because I’m lonely, and it’s not because it’s New Year’s Eve. I came here tonight because when you realize you want to spend the rest of your life with somebody, you want the rest of your life to start as soon as possible.

Dan ketika kita memilih untuk menjalani sepanjang sisa hidup bersama seseorang, sebenarnya kita hanya membutuhkan sebuah janji yang sederhana, untuk hal-hal yang sederhana saja. Tak perlu janji-janji muluk, tapi janji sederhana seperti yang dibilang Adam Sandler di filmnya, The Wedding Singer, berikut:





I wanna make you smile WHEN YOU GET SAD
Carry you around when your arthritis is bad
All I wanna do is grow old with you.
I’ll get you medicine when your tummy aches
build you a fire if the furnace breaks
Oh it could be so nice, growin old with you.
I’ll miss you, kiss you, give you my coat when you are cold.
Need you, feed you, I’ll even let you hold the remote control.
So let me do the dishes in OUR kitchen sink
Put you to bed when you’ve had too much to drink.
Oh I could be the man THAT GROWS OLD old with you.
I wanna grow old with you.

Sebenarnya cinta adalah hal yang sederhana. Karena penikmat-penikmatnyalah, cinta terasa complicated and terrifying.

So, let’s keep it simplebecause I think, it’s more beautiful that way… :D




0

Fling or Something?

Do you ever have any crush with someone and you think that maybe he or she would be the one that you've been looking for?

Atau..

Do you ever have any feelings, that somehow, maybe the man/woman you're talking with, right here, right now, is someone that could be your number one candidate to 'rescue' your lonely nights?

Well..
I do.

I'm a loner, ya, saya akui itu.
In the surface, saya seolah perempuan yang nggak bisa jauh dari canda dan guyonan nggak penting. Yang hobi tersenyum sampai disangkain orang sinting, well... I can't blame them! :)
But, really.
Sebetulnya saya tuh LONER abis and I just realized it, a couple of weeks ago, ketika tiba-tiba saya merasa sangat-sangat hampa ketika sampai di dalam rumah, and nobody was home.

Jadi kalau saya punya crush or sort of feeling with a guy, mungkin bisa dibilang cukup sering. Makanya ketika saya benar-benar sayang dengan seseorang, that someone really just assumes that as a practical joke, as my way to break the ice... and etc, etc. Saya selalu dianggap becanda dan dengan pengalaman yang sudah-sudah, saya nggak bisa dengan marahnya bilang, "Lah, nggak bisa gitu, dong.. Kok kamu menyimpulkannya kayak gitu sih!"

Because in my previous experiences..
I fell in love too easy.
And later on, I just realized, that I have to stop doing so.

Karena apa?
Bukan hanya karena agar suatu saat nanti orang yang benar-benar saya sayangi itu mengerti kalau saya nggak becanda...
Bukan hanya karena suatu saat nanti saya nggak ingin kalau ini akan dijadikan bahan untuk tidak mempercayai isi hati saya yang sesungguhnya..
tapi juga karena..
for most of the times, saya keliru mengartikan signal-signal yang berkedip-kedip ketika dekat dengan seseorang. I really thought that it meant something, tapi pada akhirnya, saya tahu... kalau he was only a fling *deuh, jahat bener sih lo La!* Ok.. maksudnya *try to be more polite* he was only a guy.. a great guy... yang bisa diajak becanda, ketawa, nonton bareng, makan bareng, hang out... as a friend.

Hmm..
I will keep in mind, that I have to be more careful on judging my own heart.
Is this a fling?
Or is this a real damn something?
A new resolution for 2009... DO NOT HURRY! Slow down, enjoy the moments, and just believe.. that if I'm destined to be with someone... No matter that he's now just a fling.. or even something.. he will be the man who gives me a diamond ring!
hahaha...

Tidur ah..
good nite everyone..

0

The One





Sore tadi Linda bilang, dia sudah menemukan "the love of her life". Ya, ya, ya. Si Bajingan Kampret itu :( Dia bilang, apapun yang telah terjadi, sesakit apapun luka yang dia rasakan sekarang, tetap saja tidak mengubah kenyataan bahwa cuman si Bajingan Kampret itu yang berhasil memiliki dia... body and soul, completely! Hah!

Lepas dari kebencian saya dengan cowok yang gebleg surebleg itu, saya tak bisa untuk tidak terkagum-kagum sama Linda.
Bukan karena kerelaannya untuk sakit hati yang memungkinkan dia untuk menangis bombai again and again, tapi karena dia telah berhasil mendefinisikan seseorang sebagai The Love of Her Life; dan itu kan bukan hal yang gampang!

Bayangkan saja.
Cinta dalam hidupnya.
Ketika kita sudah memberikan gelar itu kepada seseorang lalu kemudian suatu saat nanti kita putus dan punya pacar baru... then what is he? The Love of My Life, the sequel? Kemudian putus lagi... apa jadinya? The Trilogy? Kalau sampai punya pacar sebanyak saya, gimana? *hidih, punya mantan banyak kok sombong sih, La... itu kan artinya lo gebleg aja pacaran bolak balik tapi ga pernah berhasil nyeret mereka sampai ke depan penghulu! hehe*

Dan saya pun bilang sama sahabat saya.
"Gua pernah kayak elo kan, Bu... yang dikit-dikit bilang, he's the one.. he's the one... sampai akhirnya gua sadar kalau cinta itu bukan kata yang sembarangan. Bahkan, menurut gua, kata cinta itu bakal kehilangan maknanya kalau diucapkan tanpa hati dan perasaan.. yang diucapkan sambil lalu ketika buru-buru menyudahi telepon... the magic will be lost."
"He eh."

"Dan ini bikin gua sekarang mikir-mikir panjang dulu sebelum memvonis seseorang sebagai the love of my life..."

"He eh.. I know."

"I'd rather think that he's a great guy, instead of The One."

"Hm... iyah.."

"Lo tahu, lo ha-ah he-eh dari tadi... tapi benernya, lo ngerti maksud gua, kan?"

"Lo mempertanyakan soal kenapa gua bilang Bapak Satu Itu as The One, kan? The Love of My Life, kan? Lo kuatir gua sembarangan bilang gitu, kan? Lo kuatir karena lo tau banget, gue ini orang yang trauma sekali sama komitmen, kan?"

"Gua cuman khawatir elo terlalu membebani diri lo sendiri dengan label itu, Say."

"So?"

"Apa lo nggak gegabah untuk bilang kalau dia itu Your One?"


Linda tersenyum. "Hey, gue pernah bilang kan, soal ada sesuatu yang sifatnya nggak bisa diterjemahkan dengan apapun kecuali dirasain sama hati?"

...yeah, been there.
and still doing it! :)

Saya mengangguk. Pasrah aja. Pasti kalah deh, argumentasi saya.. :)

"He completed me, La. With anything that he did to me... he just completed me."

Saya terdiam.

"Dan ketika gue sadar kalau dengan sama dia gue merasa komplit... di situlah gue tahu... laki-laki itu... is the love of my life. Dan nggak butuh kata-kata untuk menjelaskan ke banyak orang kenapa gue menganggapnya begitu, kan?"

Detik itu juga, saya seolah tahu bagaimana rasanya menjadi orang bisu.
Saya..
speechless.

*Sambil pikiran saya terbang kemana-mana... membayangkan... siapa yang bakal berduet dengan saya, menyanyikan lagu Finally Found Someone, di hari pernikahan kami berdua... di sebuah pesta kebun... my picture perfect of wedding party....*

SokRomantis Mode : ON
And ON
and ON
and yeah...
STILL ON..... :)

0

Silly, Stupid, but Beautiful Mistake

"La?"
"Hm?"
"Kalau seandainya gue bisa memutar waktu..."
"Kenapa?"
"Dan gue ada di tahun 2007... tahun kemarin.."
"Hmm..."
"Pas gue lagi deket-deketnya sama Bapak Satu Itu..."
"Ya? Kenapa?"
"Mmm... gue bakal ngulangin lagi kesalahan gue, La..."
"..."
"Karena sekalipun ujung-ujungnya gue sama dia musti pisahan dan akhirnya dia nikah sama cewek lain... at least, saat itu... gue bener-bener bahagia bisa ketawaan sama dia, bisa ngabisin waktu sama dia, bisa jadi orang gila barengan..."
"Hm, kok gitu? Bukannya malah bakal nyakitin?"
"Hah? Nyakitin? Hmm.. iya... I know..."
"So?"

Dia diam. Menarik napas. Saya tahu, ada bayangan si Bapak Satu Itu (yang selalu saya sebut sebagai Bajingan Kampret saking sebelnya saya dengan laki-laki sinting itu!) sedang bermain-main di dalam pikiran sahabat saya. Menyakitkan sekali setiap ingat ketika dia menangisi lelaki gebleg itu. Tapi saya sadar.. saya juga ingat... sahabat saya pernah merasa benar-benar bahagia ketika menghabiskan waktunya dengan laki-laki yang sekarang sudah menikah dan punya satu bayi mungil, beberapa minggu yang lalu.

"Hey.. udah tahu nyakitin, kenapa lu nekat?" tanya saya lagi.

Dia memandang saya. "Lo tau lah, apa jawabannya..."

Dan sumpah, saya diam.
...iya, saya tahu.
Menghabiskan waktu dengan seseorang yang kita cintai adalah sangat menyenangkan. Kalau kemudian ada kesempatan untuk melakukan hal yang sama... masa-masa ketika hanya ada bahagia saja... masa-masa minus air mata meleleh... doesn't it sound really interesting?

Dan orang lain boleh bilang kalau ini adalah goblog, tolol, bodoh, sinting, gebleg, dan segala macam kata lain untuk mengungkapkan ketidakwarasan teman saya... atau saya sendiri.

Hm, I tell you one thing.
Sometimes, when it comes about love.. We put our logical aside and use our heart.
Kalau kemudian saya sakit sakit hati..
saya nangis-nangis darah lagi.. well... it's maybe stupid. It's maybe silly. It's maybe a huge mistake.

But honey...
It's my Huge but Beautiful Mistake.

Sore tadi saya melihat kedua matanya seolah bercahaya ketika membayangkan Bajingan Kampret itu. Dan di sore yang sama, saya sadar... if it's gonna be her stupid, silly, and huge mistake... I simply just hope.. that she would learn something...

(and I won't be the one who's gonna say, "I told you so..." tapi akan merangkul bahu elu kalau elu nangis-nangis bombai kayak tahun kemaren...)


0

It's Anonymous...



"Tapi kamu nggak tahu soal aku..."

"Iya..."

"Kamu jangan melihat aku dari luarnya aja...."

"Iya..."

"Kita belum pernah ketemu..."

"Iya, aku tahu..."

"Kamu belum tahu aku... Belum pernah bertemu lalu ngobrol denganku..."

"..."

"Bagaimana bisa kamu yakin dengan perasaan kamu?"

"..."

...
I don't know.
I really don't know.
And I'm sorry I can't describe what I feel inside.

Because, it maybe doesn't have any names.
It's maybe just anonymous.

But all I know is...
It's something that makes me so jealous when you're with someone else...

*dan sumpah... it kills me... kills me...*


0

delete or not delete

Teman saya sedang putus cinta.
Saya tahu cerita ini dari postingan terakhir di blognya. Kesedihan itu dia tuangkan dalam beberapa baris kalimat saja lalu diakhiri dengan permintaan dukungan dari kami, teman-teman blogger-nya, yang saling setia berkunjung untuk menyapa ... (atau mencela, barangkali? hehe).

Hus, ga boleh becanda.

(serius mode: ON)

Di situ dia bilang, haruskah dia menghapus semua cerita-cerita tentang kekasihnya, ketika mereka masih bersama? Kenangan-kenangan yang terjalin ketika mereka masih ketawa ketiwi, haha hehe bareng-bareng, sampai photo-photo mesra yang mereka abadikan saat mereka jalan-jalan berdua? Tulisan-tulisan yang isinya I LAP YU SO MACH. Tulisan-tulisan yang saya yakin sekali bakal bikin hati teman saya itu makin berdarah-darah setiap membaca ulang satu persatu...

*Duhai para lelaki di dunia.. kenapa kalian sejahat itu sama kami, sih!* :)

Ketika dia bertanya, apakah dia harus menghapus semua kenangan itu dengan cara menghilangkan segala posting penuh cinta dari isi blognya, I couldn't help but wonder: apakah bisa segala kenangan itu akan otomatis hilang ketika kita menghapus sesuatu dalam satu click mouse saja? Bisakah semua keindahan yang pernah terangkai itu dapat hilang tak berbekas hanya bermodal satu click mouse?
...dan semuanya bekerja seperti magic? Sihir? Ajaib?

Buat saya... jangan berharap segala keindahan bisa hilang dalam satu kedipan mata, dalam satu click mouse. Lain dengan prinsip mencabut cepat-cepat plester yang melekat di luka supaya sakitnya hanya terasa di awal tapi kemudian tidak lagi sakit, buat saya, melupakan seseorang tidak harus dalam waktu yang instan.

Deal with it, everyday.
Lupa, kalau memang lupa.
Karena kalau kamu memaksa untuk melupakan seseorang, it's like keeping an old shirt in our cupboard. Ditumpuk sedemikian rupa dengan pakaian-pakaian yang baru... mencoba untuk tidak dipakai lagi...

until someday you realize..
that shirt... is still there.

So,
delete?
or not delete?

Hmm..
Sweetheart..
why don't you just... deal with it?
Pelan-pelan saja..
Because no one asks you to get rid of him in a blink of an eye...

Love ya.
Kiss kiss. Hug hug.